Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman memastikan adanya perpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 30 November 2024. Siaga kali ini difokuskan untuk menghadapi masalah kekeringan karena dampak dari musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, siaga darurat bencana hidrometeorologi sudah ditetapkan sejak 1 Desember 2023. Kebijakan ini diperpanjang setiap tiga bulan sekali, sesuai dengan ketentuan dari pemberlakuan status tersebut.
Dia menjelaskan, status siaga darurat harusnya berakhir pada 31 Agustus 2024. Namun, berdasarkan kajian yang telah dilakukan maka diputuskan untuk kembali diperpanjang.
BACA JUGA : Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul Diperpanjang hingga Oktober 2024
“Berlakunya memang selama tiga bulan dan hingga sekarang statusnya di Sleman terus diperpanjang hingga akhir 2024,” kata Bambang, Rabu (11/9/2024).
Bambang mengungkapkan, dampak dari bencana hidrometeorologi ada beberapa potensi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran lahan, kekeringan, angin kencang dan lainnya. Khusus untuk perpanjangan kali ini, ia mengakui difokuskan terhadap masalah kekeringan.
“Ya namanya siaga, maka kami berjaga-jaga sehingga saat terjadi peristiwa atau kejadian langsung bisa melakukan penanganan,” katanya.
Bambang menambahkan, fokus siaga mengenai kekeringan tak lepas dari potensi kerawanan saat musim kemarau. Di sisi lain, adanya kebijakan pematian Selokan Mataram dan Van Der Wijck pada Oktober mendatang diperkirakan akan memberikan dampak, khususnya yang berada di wilayah Sleman Barat. “Makanya tetap disiagakan,” katanya.
BACA JUGA : 13 Titik Terdampak Kekeringan, BPBD Bantul Ajukan Siaga Darurat Kekeringan
Ketua Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai bagian dari mitigasi bencana. Terlebih lagi, saat sekarang sering terjadi anomaly cuaca yang berdampak terjadinya musibah atau bencana alam.
“Potensi di musim kemarau kemarau tetap ada, makanya harus diwaspadai dengan adanya mitigasi bencana,” katanya.
Makwan memastikan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan terus siaga dan siap diterjunkan pada saat terjadi peristiwa. “Semua kami siagakan untuk menghadapi ancaman dari bencana hidrometeorologi. Jadi, sewaktu-waktu dibutuhkan siap meluncur ke lokasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Disinggung mengenai dampak dari musim kemarau, ia mengakui hingga sekarang belum ada warga yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. “Masih aman terkendali dan kami sudah mengalokasikan bantuan yang siap disalurkan ke Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.