75 Ribu Daftar Petugas Haji, yang Diterima Kurang dari 1.000
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.
Petani di Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, DIY, menyulami tanaman cabai yang terserang hama. ANTARA/Sutarmi
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman yang sudah menyerang empat hektare dari 150 hektare tanaman cabai di Kapanewon Galur.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo Drajat Purbadi, di Kulonprogo, Senin, mengatakan kondisi cuaca dan iklim sampai saat ini tidak begitu berpengaruh terhadap capaian luas tanam serta perkembangan hama dan penyakitnya.
"Gangguan hama dan penyakit yang sempat muncul di awal pertumbuhan, antara lain hama ulat tanah (trusuk) dan penyakit busuk batang. Intensitas serangan hama trusuk bervariasi antara 5-15 persen (ringan) dengan luas ancaman kurang lebih dua hektare. Kemudian penyakit busuk pangkal batang (phytophthora) intensitas serangannya antara 8-10 persen (ringan) dengan luas ancaman kurang lebih dua hektare," kata Drajad.
Ia mengatakan lahan pesisir lainnya, di wilayah Kalurahan Banaran dan Karangsewu, Kapanewon Galur, saat ini banyak dijumpai komoditas hortikultura seperti cabai, semangka, melon, dan tanaman hortikultura lainnya.
Khusus komoditas tanaman cabai, sebagian besar merupakan tanaman baru yang banyak ditanam petani sebulan yang lalu, tepatnya mulai Agustus 2024. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lapangan, pada musim tanam sekarang ini luas pertanaman cabai di Galur mencapai 150-an hektare.
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Melonjak Jadi Rp46.620 per Kilogram.
Angka ini sesuai dengan data yang ada di Dinas Pertanian dan Pangan, yaitu sampai minggu ke-2 bulan September 2024, di wilayah Kapanewon Galur terdapat pertanaman cabai seluas 150 hektare.
Tanaman tersebar di empat kelompok rani, yaitu Kelompok Tani Sido Dadi Banaran seluas 60 hektare, Kelompok Tani Wahana Tani Gupit seluas 30 hektare, Kelompok Tani Sari Siliran seluas 30 hektare, dan Kelompok Sewu Rejo Siliran dengan luas 30 hektare
"Serangan hama tersebut menurut petani masih tergolong wajar. Saat dilakukan cek langsung di lapangan, keadaan serangan OPT sudah menurun intensitas serangannya," kata Drajad.
Dia mengatakan serangan hama trusuk dan busuk batang dengan intensitas cukup tinggi terjadi di lahan kurang lebih 1.000 meter persegi milik Triyono. Tanaman cabai yang terserang trusuk dan busuk batang pasca terjadi hujan banyak yang rebah dan harus disulami dengan bibit yang baru.
Sebagai langkah antisipasi serangan hama trusuk dan penyakit busuk batang, petani sudah melakukan pengendalian secara kultur teknis seperti penggunaan bibit yang bebas hama penyakit, penggunaan pupuk kompos, penggunaan mulsa plastik, dan penyiraman rutin secara berkala.
"Petugas POPT juga menyarankan untuk menggunakan agens hayati seperti jamur Thichoderma, Pseudomonas fluorescens, dan PGPR untuk pencegahan hama dan penyakit tanaman," katanya.
Lebih lanjut, Drajad mengatakan pengendalian secara kimiawi juga diterapkan sebagai alternatif terakhir untuk mengendalikan hama trusuk dan penyakit busuk batang tanaman cabai.
Petani menggunakan pestisida dengan bahan aktif Tiametoksam, Lamda sihalotrin, Klorpirifos, Karbofuran dll. untuk mengendalikan ulat tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.