Presiden FFF Kecam Chilavert Usai Sebut Prancis Tim Afrika
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Ilustrasi menu makan siang gratis - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL— Teka-teki sekolah yang akan dijadikan lokasi pilot project program Makan Siang Gratis, Oktober sampai Desember 2024 mendatang mulai menemui titik jelas.
Pasalnya, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul telah merilis sejumlah sekolah yang akan dijadikan lokasi pilot project program tersebut.
Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul Edy Sutrisno mengatakan, pihaknya telah mengajukan enam SD, yang terdiri dari tiga SD sasaran dan tiga SD pembanding yang akan dijadikan pilot project program Makan Siang Gratis, Oktober sampai Desember 2024.
Untuk SD yang jadi sasaran total ada 501 siswa. Terdiri dari 275 siswa di SDN Ngebel, 124 siswa di SDN Tlogo dan 102 siswa di SD Brajan. Sedangkan untuk SD yang jadi pembanding ada SD Negeri Ngrukeman dengan 366 siswa, SD Negeri Kasihan dengan 328 siswa dan SD Negeri Karangjati dengan 358 siswa.
"Tapi akhirnya diputuskan pilot project dilakukan untuk SD yang berada di kawasan sekitar kampus UMY [SD N Ngebel, SDN Tlogo dan SD Brajan]. Ada tiga SD yang akan menjadi pilot project tersebut," kata Edy Sutrisno, Selasa (17/9/2024).
Menurut Edy, nantinya Disdikpora Bantul hanya akan melakukan pegawasan terhadap program tersebut. Sebab, penyedia layanan berasal dari katering milik UMY (UMB Boga). Sedangkan, sejumlah vendor penyedia bahan makan siang gratis yang akan mendukung uji coba program Makan Siang Gratis. Salah satunya adalah Sari Husada.
"Jadi kami hanya mengawasi saja pelaksanaannya saja," lanjut Edy.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan, Disdikpora Bantul telah menggandeng pihak sekolah, kalurahan, Dinkes Bantul dan puskesmas terdekat untuk pelaksanan program tersebut.
"Merekan akan memastikan pelaksanaan uji coba makan siang gratis bisa terlaksana dengan baik. Sekaligus memastikan kualitas makanan yang disajikan," kata Nugroho.
Terpisah Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim untuk pengawasan yang produksi makan siang gratis. Ini dilakukan agar program yang sudah baik, dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak negatif.
"Kami terjunkan petugas gizi. Ada 2 sampai 4 petugas gizi di setiap puskesmas. Mereka akan melakukan uji sampling terhadap bahan makanan dan pelaksanaan makan siang gratis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Nuri Fasya. Manajemen mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan karakter pantang menyerah sang bek.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Timnas voli putri Indonesia U-18 kalah dramatis 2-3 dari Kazakhstan di AVC U-18 2026 dan gagal memperebutkan peringkat kelima.