Polisi Mulai Penyidikan Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa UAD
Polresta Sleman meningkatkan penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa UAD saat KKN ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berla
Suasana pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) pengadaan tanah Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-YIA pada Rabu (18/9/2024) di Kantor Kalurahan Tirtoadi./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah warga Tirtoadi mulai menerima pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) pengadaan tanah Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-YIA. Tak tanggung-tanggung, total anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan tanah kali ini mencapai Rp219 Miliar.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Hary Listantyo Prabowo menjelaskan pada pembayaran ganti rugi kali ini menyasar 103 bidang tanah terdampak Tol Jogja-Solo-YIA di Padukuhan Rajek Lor dan Rajek Ngemplak, Tirtoadi. Total ada 126 Pihak Yang Berhak (PYB) yang menerima uang ganti rugi.
BACA JUGA: Hore! Tol Jogja-Solo Diresmikan Jokowi, Catat Akses Pintu Keluar Masuknya
Nominal yang dikeluarkan untuk membebaskan ratusan bidang tanah terdampak tadi mencapai ratusan miliar. Proses pencairannya dilakukan selama tiga hari pada 18-20 September 2024. "Pihak Yang Berhak 126, dengan total nilai Rp219 miliar," tegas Hary ditemui di Kantor Kalurahan Tirtoadi pada Rabu (18/9/2024).
Total anggaran yang dikeluarkan dalam pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah Tol Jogja-Solo-YIA kali ini tergolong besar menurut Hary. Biasanya dalam agenda pencairan ganti rugi, total nominal uang yang dikucurkan hanya berkisar Rp50-70 miliar.
Hary mengklaim total anggaran uang ganti rugi yang dikeluarkan kali ini menjadi yang paling banyak di ruas Jogja-YIA saat ini. Sebelumnya pencairan ganti rugi pengadaan tanah untuk Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-YIA pertama telah dilakukan di Sidokarto pada April lalu.
"Besar sekali, biasanya kan paling hanya Rp50 miliar, Rp70 miliar, [kali] ini luar biasa yang terbesar sampai dengan saat ini di segmen Jogja-YIA. Kalau bahasanya seperlima triliun," ungkapnya.
Besarnya anggaran yang dikeluarkan ganti rugi di Tirtoadi tak lepas dari dari nilai bangunan dan tanah yang tinggi. "Kalau dari sisi jumlah [PYB] relatif biasa karena cuma 126, tapi mungkin karena juga ada nilai bangunan nilai tanah yang tinggi juga," tandasnya.
Di sisi lain, Hary menjelaskan hampir sebagian besar bidang tanah yang terdampak Tol Jogja-Solo-YIA kali ini merupakan hunian. "Iya ini kan perkampungan, daerah Rajek Lor, Rajek Ngemplak itu kan perkampungan, jadi banyak rumah yang kena," imbuhnya.
Meski sudah ratusan warga dijadwalkan menerima ganti rugi pekan ini masih ada beberapa warga yang belum bisa menerima ganti rugi karena pembebasan yang mengalami kendala.
"Sebenarnya masih ada sisa, jadi ada yang belum bisa dibayarkan karena kekurangan berkas. Jadi ya mungkin kalau bisa segera dilengkapi nanti bisa segera disusulkan ke Jakarta untuk pencairan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman meningkatkan penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa UAD saat KKN ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berla
Agustus 2026 menghadirkan hujan meteor Perseid, gerhana matahari total, konjungsi Mars dan Bulan, oposisi Saturnus, hingga supermoon. Simak jadwal lengkapnya.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.