Dukung Kemandirian Difabel, Pemkab Gunungkidul Salurkan Alat Bantu
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Ilustrasi./Antara-Rahmad
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Satreskoba Polresta Sleman mengungkap kasus peredaran ganja sintetis (sinte) di wilayah DIY-Jateng. Hingga sekarang empat pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Sleman.
Kapolresta Sleman, Komisaris Besar Polisi Yuswanto Ardi mengatakan pihaknya telah menggrebek salah satu indekos di Kapanewon Kasihan, Bantul. Adapun hasilnya empat bandar sinte diamankan dalam operasi ini. “Penggrebekan dilakukan 10 September lalu dan itu bukan pabrik. Tetapi memang barang bukti yang diamankan cukup banyak mulai dari tembakau gorilla hingga sabu,” kata Yuswanto kepada wartawan, Rabu (18/9/2024).
Menurut dia, barang bukti yang diamankan ada 311,22 ganja sintetis (tembakau gorilla). Sedangkan untuk sabu diamankan sebesar 0,6 gram.
Dia menjelaskan, keempat pelaku berstatus bandar dan telah digelandang ke Mapolresta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal diketahui barang terlarang ini dipasarkan di Kota Jogja, Bantul, Sleman hingga ke Magelang, Jawa Tengah. “Yang jelas sudah diamankan dan para bandar masih diperiksa,” katanya.
Kasatreskoba Polresta Sleman, AKP Alfredo Hidayat mengatakan para bandar ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keempatnya juga merupakan satu jaringan peredaran yang saling berkaitan. “Ada perannya masing-masing, mulai dari kurir pengantar barang. Terus ada sebagai penyedia hingga ada yang bertugas mencari mangsa dengan memasarkan ke calon sasaran,” katanya.
BACA JUGA: Transaksi Obat Berbahaya Dilakukan dengan COD, Sejumlah Orang di Jogja Ditangkap
Menurut dia, penangkapan jaringan ini bermula adanya informasi yang memperjualbelikan ganja sintetis di wilayah DIY. Pihaknya angsung melakukan penyelidikan hingga menemukan kos di Kapanewon Kasihan sebagai target operasi.
Setelah barang bukti yang dikumpulkan sudah mencukupi langsung dilakukan penggerebakan hingga akhirnya mengamankan barang bukti berserta pelaku. “Ada yang kami amankan saat di atas sepeda motor, tetapi ada juga saat menggrebek di indekos,” katanya.
Meski telah mengamankan empat pengedera, Alfredo mengatakan upaya pengembangan terus dilakukan guna mengungkap jaringan yang lebih besar. “Tentunya ada pemasok dan ini sedang kita cari dengan pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan keterlibatan koruptor, mafia, dan pelaku underinvoicing dalam kerusuhan Agustus.
Polda DIY memperkuat patroli dan edukasi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
KPK memeriksa Kepala BPK Jateng Ahmad Luthfi H. Rahmatullah sebagai saksi kasus dugaan suap pengondisian audit Muara Enim.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.