Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Gelaran Wadul Mas Gundhul dan roasting yang diinisiasi oleh Calon Wakil Wali Kota Jogja Sri Widya Supena di Pendapa Kajengan Kotagede, Rabu malam (17/10/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA – Pada masa kampanye Pilkada Kota Jogja 2024 ini, masing-masing calon wali kota ataupun calon wakil wali kota berlomba-lomba untuk bisa menyampaikan visi dan misi yang mereka usung kepada warga Kota Jogja. Ada berbagai cara yang mereka lakukan, mulai dari cara mainstream hingga cara-cara unik lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Calon Wakil Wali Kota Jogja Sri Widya Supena atau yang akrab disapa Mas Pena.
Supena mencoba menghadirkan kampanye dengan cara baru, yakni roasting. Seorang komika asal Surakarta, Orachi Maruf sengaja diundang untuk menyindir atau meroasting Supena. Berbagai topik turut menjadi pembahasaan yang disampaikan dengan candaan. Misalnya, terkait dengan rendahnya UMR Jogja yang menyulitkan anak muda untuk beli rumah. Ada juga topik soal sedikitnya jumlah pengikut Supena di sosial media.
Supena mengatakan ini menjadi salah satu cara baginya untuk mendekatkan diri dengan anak muda. Menurutnya, anak muda akan cenderung lebih senang “dikancani” atau ditemani ketimbang “dikandhani” atau diberi tahu.
“Roasting itu supaya lebih mendekatkan, supaya tidak ada jarak. Itu yang membedakan anak muda dengan orang tua, anak muda lebih senang dikancani daripada dikandhani,” ujar Supena saat ditemui di Pendapa Kajengan Kotagede, Rabu malam (16/10/2024).
BACA JUGA: Mundur dari yang Dijadwalkan, Ini Jadwal Surat Suara Pilkada Diterima KPU Kota Jogja
Selain roasting, Supena juga menghadirkan segmen dialog yang diberi nama Wadul Mas Gundhul. Ini menjadi wadah bagi anak muda untuk bisa menyampaikan berbagai keresahan yang mereka hadapi. Pada momen ini, Supena juga berusaha menjawab dan memberikan solusi terkait dengan keluhan-keluhan yang disampaikan. Supena mengatakan, Wadul Mas Gundhul mencoba menangkap berbagai permasalahan kekinian anak muda yang tak tertangkap dalam kebijakan pemerintah.
“Kita perlu mendengar, misalnya anak muda ada yang putus cinta karena terjebak pinjol. Itu banyak yang mengalami. Tidak seperti persoalan sampah yang kelihatan, tapi sebenarnya ini real dirasakan. Barangkali memang di situ juga butuh inovasi, trobosan,” imbuhnya.
Supena mengatakan baik roasting maupun Wadul Mas Gundhul ini menjadi cara untuk menggaet suara dan partisipasi anak muda. Sebab, menurutnya masih ada stigma anak muda yang enggan berpartisipasi dalam bidang politik. Dia mengakui memang gampang-gampang sulit untuk menggandeng anak muda tertarik dengan politik. Untuk itu, lewat kegiatan ini dia berharap bisa menggali sebab anak muda yang punya minat rendah terhadap politik.
“Kami datang ke kampung untuk mendengar. Misal di satu kampung, mereka punya potensi apa, cara pandang apa, kendala apa, dari situ malah muncul diskusi yang menarik. Mungkin dengan sedikit pengalaman, saya bisa ikut moles pengemasan ide mereka jadi lebih proper dan bisa dieksekusi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.