Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi perbaikan jalan./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 3 ruas jalan di Kulonprogo akan diperbaiki tahun depan dengan anggaran sebesar Rp3,96 miliar yang bersumber dari insentif fiskal.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo menyebut tiga ruas jalan tersebut antara lain Jalan Dlingseng-Durensawit yang menggunakan dana Rp1,4 miliar, lalu Jalan Cangakan-Ngremeng pakai Rp1,4 miliar, dan Jalan Karangasem-Ngentakrejo dengan anggaran Rp1,16 miliar. Seluruh jalan itu berstatus milik Pemkab.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan DPUPKP Kulonprogo, Wuriandreza Gigih Muktitama menjelaskan pada Kamis (31/10/2024) bahwa perbaikan ruas jalan itu dilakukan mengingat kondisinya yang sudah rusak. "Rencananya menggunakan anggaran insentif fiskal dari pemerintah pusat yang pengerjaanya 2025 nanti," ujar dia.
Gigih menerangkan dana insentif fiskal pada 2024 ini juga sudah mulai digunakannya untuk pembuatan detail engineering design untuk dua ruas jalan yaitu Jalan Broto-Gerbosari dan Jalan Trisik. "Selain insentif fiskal 2024, kami juga mendapat insentif fiskal untuk perbaikan jalan dari anggaran 2023 lalu yang dikerjakan pertengahan tahun ini," kata dia.
Tidak hanya jalan, jelas Gigih, dana tersebut juga digunakan DPUPKP Kulonprogo untuk pembangunan jembatan penyeberangan orang di timur Stasiun Wates. "Untuk anggaran jembatan ini sebesar Rp1,4 miliar yang akan dikerjakan pada 2025 nanti untuk tahap akhir proyek tersebut," ujar dia.
BACA JUGA: Masih Ada Ratusan Km Jalan Rusak di Bantul, DPUPKP Bantul Tahun Depan Tak Bisa Akses DAK
Pembangunan jembatan penyeberangan orang itu, lanjut Gigih, sudah mulai dikerjakan 2024 ini. Tahap kedua atau penyelarasan akhir nanti dilanjut pada 2025 yang menelan anggaran sekitar Rp7 miliar. "Sumber pendanaannya selian dengan dana insentif fiskal juga dengan sumber lain, ini saling melengkapi mengingat anggaran yang ada terbatas," ujar dia.
Sementara BKAD Kulonprogo yang mengelola insentif fiskal itu menyebut anggaran untuk DPUPKP dari sumber itu sebesar Rp6,7 miliar. Tidak hanya untuk jalan dan jembatan, pembangunan pagar Kantor UPT IPAL, lampu penerangan Landmark Icon Nyi Ageng Serang, juga pintu masuk gedung pengujian kendaraan bermotor.
Kepala Bidang Anggaran BKAD Kulonprogo, Sri Sugiyarti menyebut penentuan penggunaan dana insentif fiskal itu dilakukan dalam forum pembangunan. "Penentuannya berdasarkan prioritas pembangunan yang ditinjau Sekda dan Bappeda Kulonprogo agar merata.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Grengseng Pamuji menyebut program upland yang berjalan sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata bagi pengembangan komoditas kopi di wilayah Kabupaten Magelang.
Franchise Danur resmi berakhir setelah 10 tahun dengan film terakhirnya ditonton jutaan orang di bioskop Indonesia.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Aturan baru masuk SD 2026: Anak 5,5 tahun bisa daftar dengan surat psikolog, sekolah dilarang tes calistung. Simak rincian kuota dan syaratnya di sini.
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.