Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Sebuah pohon ambruk dan mengenai rumah sebuah bangunan yang diakibatkan hujan deras di wilayah Sleman. Minggu (3/11/2024). - Istimewa/BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman mengimbau kepada Masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di awal musim hujan. Antisipasi dapat dilakukan dengan memotong dahan dan ranting pohon yang lebat di sekitaran rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan musim hujan sudah masuk di wilayah Sleman. Hal ini ditandai adanya hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.
Di awal musim hujan ini, lanjut dia, banyak disertai dengan angin kencang sehingga butuh kewaspadaan karena berpotensi mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu, sebagai bentuk dari mitigasi bencana di awal penghujan, Makwan meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati.
Selain itu, juga ada imbauan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang telah rindang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko adanya pohon tumbang. “Dahan-dahan yang telah lapuk juga dipotong. Selain itu, saluran air juga dibersihkan agar tidak memicu terjadinya genangan air saat hujan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro. Menurut dia, risiko pohon tumbang di awal penghujan tinggi karena seringkali turun hujan disertai dengan angin kencang.
Dia mencontohkan, hujan dan angin kencang yang terjadi Minggu siang menyebabkan sejumlah peristiwa di beberapa kapanewon. Berdasarkan laporan masuk hingga pukul 14.30 WIB, di Kapanewon Pakem, tepatnya di Padukuhan Paraksari, Pakembinangun dilaporkan ada atap rumah milik tiga warga rusak karena tiupan angin kencang.
BACA JUGA: Sleman Dilanda Hujan Angin sejak Minggu Siang, Pohon Tumbang hingga Atap Rumah Rusak
Selain itu, juga ada laporan satu tiang listrik ambruk dan sembilan pohon tumbang. Dampak dari hujang deras yang disertai angin kencang juga dilaporkan di Kapanewon Cangkringan, tembok perkarangan milik warga di Padukuhan Bedoyo, Wukirsari ambruk.
“Di Cangkringan juga dilaporkan adanya delapan pohon tumbang. Sedangkan di Kapanewon Ngemplak ada empat kejadian pohon tumbang,” kata Bambang, Minggu sore.
Menurut dia, upaya evakuasi sudah dilakukan dengan menerjunkan tim reaksi cepat. Pasalnya, pohon tumbang ada yang mengenai rumah hingga menghalangi jalan yang mengakibatkan akses warga jadi terhambat. “Memang ada peristiwa akibat cuaca ekstrem yang terjadi mulai siang, tapi hingga sekarang tidak ada laporan korban jiwa. Mudah-mudahan semua berjalan denga naman dan terkendali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.