Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Cuaca ekstrem - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memperlakukan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Basah di wilayahnya seiring dengan meningkatnya curah hujan di sejumlah kabupaten kota wilayah setempat sejak awal November ini.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengungkapkan bahwa status siaga kekeringan sebelumnya telah dicabut dan digantikan dengan status siaga baru. "Mulai tanggal 24 Oktober hingga 24 November, kita sudah memasuki masa siaga darurat hidrometeorologi basah," katanya, Senin (4/11/2024).
Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana, terutama longsor dan banjir. Noviar menyebut Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul sebagai wilayah yang paling berisiko mengalami longsor.
"Daerah-daerah dengan banyak perbukitan seperti Perbukitan Menoreh di Kulonprogo perlu diwaspadai," ujarnya.
Sementara itu, ancaman banjir mengintai daerah-daerah yang dilalui sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi. Sungai-sungai seperti Kali Code dan Kali Boyong berpotensi meluap jika hujan terus mengguyur dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA: Ini Wilayah-Wilayah di DIY yang Berpotensi Bencana Hidrometeorologi
Hujan deras yang terjadi dalam tiga hari terakhir telah menimbulkan sejumlah dampak, meskipun belum ada laporan kejadian longsor. "Kejadian yang paling sering dilaporkan adalah pohon tumbang dan atap rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang," ungkap Noviar.
Sebagai upaya mitigasi, BPBD DIY telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Petugas di lapangan akan melakukan pemangkasan pohon-pohon yang dianggap rapuh dan berpotensi tumbang. Selain itu, pemasangan bronjong atau gabion juga akan dilakukan di titik-titik yang rawan longsor.
"Pemasangan bronjong sangat penting untuk mencegah terjadinya longsor. Kita akan fokus pada lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan bencana," tambah Noviar.
Noviar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu siap siaga dan segera melaporkan jika terjadi bencana. Jangan ragu untuk menghubungi pihak berwenang jika membutuhkan bantuan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.