Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja telah melaksanakan debat pilkada Kota Jogja pertama pada Jumat (8/11/2024) lalu. Beberapa poin menjadi catatan dalam evaluasi debat pertama itu dari KPU Kota Jogja dan beberapa pihak terkait.
Ketua KPU Kota Jogja, Noor Harysa Aryosamodro, menjelaskan masukan pertama atas debat tersebut bernada positif yakni terkait dengan tema tata kelola kota yang inklusi. Tema ini dipandang sesuai dengan kebutuhan Kota Jogja sebagai kota wisata dan kota pendidikan.
BACA JUGA: Guru Kulonprogo Banyak Tanyakan soal Zonasi dan UN, Begini Penjelasan Mendikdasmen
“Tata kelola yang inklusi ini sesuai dengan konteks kebutuhan Kota Jogja yang harus maju melakukan perubahan dalam pelayanan baik kepada warga maupun tamunya. Karena Kota Jogja merupakan kota wisata, maka tema ini menjadi spirit yang mendapat dukungan dari NGO, difabel,” katanya, Rabu (13/11/2024).
Masukan dari difabel juga soal juru bahasa isyarat (JBI) yang tata letaknya terlalu kecil. “Masukan dari difabel JBI-nya kurang besar. Kami akan lakukan revisi untuk berikutnya diperbesar dan kami akan komunikasi dengan difabel tuli dan JBI, proporsionalnya seperti apa,” katanya.
Kemudian soal debat, pihaknya mendapat masukan dari Bawaslu Kota Jogja, agar tim paslon bisa lebih tertib. “Kemaren kan ada balon, alat othok-othok, ini jadi bahan evaluasi untuk kami koordinasikan dengan paslon dan pihak lainnya terkait tata tertib harus ditegakkan,” katanya.
Terkait hal ini ia juga mengklarifikasi pada pelaksanaan debat, sebenarnya dari KPU Kota Jogja juga sudah mengingatkan penanggungjawab paslon untuk mensosialisasikan tata tertib.
“Saat rehearsal kami mengingatkan lagi penanggung jawab paslon untuk sosialisasi internal. Waktu screening ruangan kami juga lakukan komunikasi untuk menjaga ketertiban,” ujarnya.
Kemudian masukan dari paslon memberi masukan agar debat disiarkan di TV lokal. Adapun KPU Kota Jogja dalam penyiaran debat tersebut menggunakan chanel youtube KPU Kota Jogja dan E Channel dan bekerja sama dengan Metro TV, YK TV yang bisa diakses di Youtube.
“Jadi penontonnya bisa terukur outputnya. Sekian ribu yang menonton. Yang nonton bareng di PPK [Panitia Pemilihan Kecamatan] dan PPS [Panitia Pemungutan Suara] juga terukur, di 45 titik ada sekian ribu yang menonton,” kata dia.
Adapun rincian jumlah dari setiap kanal tersebut diantaranya 17.000 di channel Metro TV, di channel KPU Kota Jogja 3.000, di YK TV 400 dan yang nobar di kelurahan sekitar 4.000.
“Tapi masukannya kami terima, kami akan menggunakan TV lokal di Jogja dan berjejaring menggunakan TV internet yang tertarik untuk menyiarkan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.