Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul dipastikan gelontoran anggaran Rp13 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun depan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan persoalan penyediaan air minum di Bumi Projotamansari.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan anggaran DAK untuk program pengentasan persoalan penyediaan air minum itu kemungkinan sudah bisa terealiasi pada Juni 2025. Hal ini mengacu kepada tata kala pencairan DAK untuk program tersebut.
"Dan, di DIY, anggaran yang paling besar didapatkan oleh Bantul. Dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY, hanya Bantul yang mendapatkan anggaran paling besar untuk program ini," katanya, Kamis (14/11/2024).
Menurut Jimmy, konsep program dari pengentasan persoalan penyediaan air minum di Bantul dengan anggaran DAK tersebut adalah dalam bentuk Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan jaringan ke lima kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul.
Nantinya DPUPKP yang akan membangunkan Pamsimas dan jaringan ke lima kapanewon agar persoalan pengentasan persoalan penyediaan air minum berjalan dan tepat sasaran.
"Untuk pengelolaan jaringan, nanti kami serahkan ke PDAM Bantul. Salah satu kapanewon yang akan mendapatkan program ini adalah Sedayu," ungkap Jimmy.
Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro mengaku bersyukur atas adanya DAK untuk program pengentasan persoalan penyediaan air minum. Ia berharap dengan adanya program tersebut bisa menambah cakupan layanan air minum. "Dengan program ini kami harapkan cakupan layanan air minum dari kami bisa lebih luas, dan semakin banyak wilayah di Bantul yang mampu teraliri," kata Arinto.
BACA JUGA: Kementerian PUPR Gelar Pamsimas Water Adventure di Gunungkidul
Diakui Arinto, sampai saat ini, belum semua rumah tangga di Kabupaten Bantul mendapatkan layanan dalam penyediaan air bersih dari PDAM. Pihaknya mencatat kurang dari 20 persen dari jumlah rumah tangga di Kabupaten Bantul yang telah mengakses air bersih dari PDAM.
Arinto menyebutkan sejauh ini pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang saat ini total mencapai 46.000 pelanggan se Kabupaten Bantul. Sementara jika dilihat dari tingkat ketersediaan air permukaan yang dimanfaatkan masyarakat Bantul, jelas dia, masih sekitar angka 12,5%,dan tingkat ketersediaan air yang layak saat ini telah mencapai 90 persen, termasuk di dalamnya yang layak konsumsi.
"Sehingga dengan adanya program ini, nati kami akan bisa optimalkan layanan kami. Dan, kami siap untuk mengelola program ini dengan baik ke depan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.