Advertisement
Sepanjang November, Cuaca Ekstrem Picu Bencana di 104 Titik Gunungkidul
Ilustrasi evakuasi rumah roboh terdampak tanah longsor di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi sejak 21 November 2024.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan status siaga tersebut menjadi upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometorologi. Hal ini lantaran menurut pengamatan BPBD curah hujan semakin meningkat.
Advertisement
Menurut catatan BPBD, ada 104 titik yang mencakup fasilitas umum, badan jalan, talut, hingga rumah terdampak selama November 2024.
Sebanyak 104 titik tersebut tersebar di 18 kapanewon/kecamatan di Bumi Handayani. Rinciannya antara lain tanah longsor ada 21 titik, kebakaran ada dua titik, angin kencang ada 75, banjir ada tiga, sambaran petir ada dua, dan ada dua bangunan roboh.
Ada dua kapanewon yang mendominasi dampak bencana, yaitu Ngawen dengan dua bangunan rusak akibat tanah longsor dan 19 bangunan akibat angin kencang; serta Ponjong dengan sembilan bangunan akibat tanah longsor dan 12 bangunan akibat angin kencang. Dari kejadian tersebut, tidak ada catatan mengenai korban baik meninggal dunia, luka ringan, maupun luka berat.
BACA JUGA: Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Gunungkidul Segera Tetapkan Status Siaga
Sebagian besar kerusakan diakibatkan oleh angin kencang. Dampaknya lebih banyak terjadi pada atap rumah. Guna melakukan penanganan secara cepat, Purwono mengaku Posko Induk BPBD telah diisi petugas yang siaga 24 jam. Sarana-prasarana penanganan dampak bencana pun telah siap mulai dari gergaji mesin hingga linggis. “Kalau puncak curah hujan kan Februari 2025. Itu menurut BMKG,” kata Purwono, Minggu (1/12/2024).
Purwono mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan memperhatikan informasi cuaca dari BMKG dan imbauan dari BPBD. Masyarakat juga perlu mencegah potensi bencana atau dampak bencana dengan membersihkan saluran air dan memangkas dahan-dahan pohon.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan Dispar telah memberikan imbauan kepada wisatawan dan pelaku wisata terkait musim peralihan dari kemarau ke hujan. “Hujan deras itu kadang disertai angin. Kami minta pelaku wisata atau usaha jasa menyiapkan dengan baik agar tidak membahayakan wisatawan,” kata Supriyanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement







