Advertisement
Puluhan Ribu Warga Kota Jogja Terima Bantuan Beras dari Perum Bulog
Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono menyerahkan bantuan pangan beras secara simbolis kepada warga Kelurahan Pringgokusuman, Rabu (4/12/2024). - Harian Jogja/Alfi Annissa Karin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog kembali menggelontorkan bantuan pangan berupa beras di Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, Rabu (3/12/2024).
Beras diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bulog Wahyu Suparyono kepada para penerima bantuan pangan.
Advertisement
Wahyu menuturkan bantuan pangan beras ini merupakan alokasi bantuan di bulan Desember. Masing-masing penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras.
Kota Jogja mendapatkan alokasi sebanyak 27.276 penerima. Sementara, khusus di Kelurahan Pringgokusuman ada 1.084 penerima yang digelontor bantuan beras. Wahyu mengatakan pemberian bantuan pangan ini menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah.
"Salah satu tugas pemerintah untuk memberikan bantuan. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban ekonomi bagi keluarga yang menerima," ujar Wahyu saat ditemui di Kantor Kelurahan Pringgokusuman, Rabu (3/12/2024).
Wahyu memastikan stok pangan beras aman jelang Natal dan Tahun Baru. Jumlah stok yang ada di Pusat mencapai 2 juta ton. Dia mengatakan ini menjadi stok beras dengan jumlah terbesar selama beberapa tahun terakhir. Sementara, pihaknya akan kembali menyerap hasil panen mengingat periode Maret-April akan masuk pada masa tanam 1."Stok beras secara nasional aman," tegasnya.
BACA JUGA: Salurkan Bantuan Pangan, Bapanas Minta Tambahan Rp31 Triliun Tahun Depan
Salah satu penerima bantuan beras, Lismiyati mengaku senang dengan bantuan beras yang digelontorkan oleh pemerintah ini. Ini bukan kali pertama baginya menerima bantuan beras. Sebelumnya Lismiyati mendapatkan undangan untuk mengambil bantuan beras ini di Kantor Kelurahan Pringgokusuman.
Lismiyati menyebut bantuan beras ini sangat membantunya menghemat pengeluaran sehari-hari. Sebab, dalam satu hari saja dia biasanya menggunakan satu kilogram beras untuk konsumsi dia bersama empat anggota keluarga lainnya.
Sementara menurutnya beras di pasaran pun dibanderol dengan harga tinggi yakni Rp15 ribu per kilogram. "Bagi saya mahal, sekarang cari uang sangat sulit. Dapat bantuan beras ya Alhamdulillah buat nyambung kehidupan keluarga. Kalau bis dilanjutkan lagi untuk membantu orang-orang yang kurang ekonominya," ucap warga Jlagran ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
Advertisement
Advertisement






