28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat ada ribuan penderita tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Untuk mengoptimalkan penanganan, Dinkes Bantul terus mendorong penemuan kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum, menyampaikan pihaknya mencatat ada 1.400 orang penderita TBC dalam kurun waktu tersebut.
Dari angka tersebut, ratusan di antaranya merupakan anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita). Selain itu, ratusan penderita diantaranya merupakan lanjut usia (lansia). "Sebagian besar penderita TBC di rentang usia 0-4 tahun, dan lebih dari 65 tahun," ujar Feranose, Minggu (22/12/2024).
Feranose menilai balita yang terpapar TBC karena daya tahan tubuh yang masih lemah. Selain itu, paparan bakteri Mycobacterium tuberculosis dari penderita lain juga menjadi risiko penularan penyakit tersebut.
Dia menuturkan beberapa gejala TBC yang dapat diwaspadai antara lain demam yang tidak terlalu tinggi selama lebih dari dua minggu, berat badan yang menurun tanpa sebab, ada benjolan di area leher, dan penderita mengalami batuk lebih dari dua minggu.
Dia mendorong agar masyarakat memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat apabila mengalami gejala tersebut. Dia pun meminta agar masyarakat yang terindikasi menderita TBC dapat melakukan pemeriksaan uji laboratorium.
Dia menuturkan Dinkes Bantul telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Langkah tersebut meliputi promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan, hingga rehabilitasi. “Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk program lintas sektor,” ujarnya.
BACA JUGA: WHO Laporkan Ada 8 Juta Kasus Baru Tuberkulosis
Dia mengaku salah satu fokus utama Dinkes Bantul yaitu meningkatkan penemuan kasus TBC secara intensif. Upaya penemuan kasus tersebut dilakukan secara pasif melalui layanan kesehatan maupun aktif di masyarakat. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain sosialisasi ke masyarakat tentang TBC, investigasi kontak pasien dan pencarian kasus aktif di populasi khusus, termasuk balita dengan masalah gizi.
Dinkes Bantul juga melakukan imunisasi untuk mencegah TBC. Dinkes Bantul juga menyediakan layanan diagnosis dan tatalaksana TBC yang didukung dengan pelatihan petugas, serta penyediaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin