Advertisement

Pesan Kamar Lewat Aplikasi saat Liburan ke Jogja, Wisatawan Kaget Hotel yang Dituju Berubah jadi Kos-kosan

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 02 Januari 2025 - 17:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Pesan Kamar Lewat Aplikasi saat Liburan ke Jogja, Wisatawan Kaget Hotel yang Dituju Berubah jadi Kos-kosan Ilustrasi penipuan. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman menegaskan  kasus dugaan penipuan hotel yang berubah menjadi kos-kosan di Kawasan Pogung Lor bukan termasuk anggota PHRI.

Kasus tersebut diunggah akun Instagram jogjainfoid di mana ada empat wisatawan yang sedang berlibur ke Jogja. Mereka memesan hotel di Kawasan Pogung Lor Ring Road Utara Yogyakarta menggunakan aplikasi. Setelah memesan dan mendatangi lokasi, mereka kaget lantaran hotel yang dituju telah beralih fungsi menjadi bangunan indekos.

Advertisement

BACA JUGA: Waspada Penipuan Online Modus Baru Sasar Pengguna Facebook, Pelaku Kirim Email Mengatasnamakan Meta

“Karena hal tersebut, dirinya dan ketiga temannya terpaksa merugi akibat pihak hotel tidak bertanggung jawab. Pemesanan melalui aplikasi juga tidak dapat direfund,” begitu tulis akun jogjainfoid.

Menanggapi hal itu, Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti mengatakan property atau hotel yang bersangkutan belum menjadi anggota PHRI. Sebab itu, dia belum dapat memberikan banyak statemen. Hanya, Andhu menegaskan apabila wisatawan berlibur menggunakan jasa online travel agent (OTA), wisatawan perlu memastikan betul karena OTA belum tentu mengupdate kondisi terbaru mengenai merchant atau pelaku usaha jasa.

“Jika ada pembayaran pun, pihak hotel baru terima satu bulan berikutnya dari OTA,” kata Andhu dihubungi, Kamis (2/1/2025).

Andhu memberi tips atau saran kepada wisatawan atau traveller agar tidak tertipu ketika memesan hotel. Ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu place, price, review, dan rating.

Wisatawan perlu memastikan/ mengecek tempat/ place melaui google maps atau google secara umum dan mengontak telefon front office yang bersangkutan. Nomor telefon biasanya tertera di google business penyedia jasa.

Lalu wisatawan perlu memerhatikan harga/ price. “Bisa best price dari OTA yang ada atau direct book melalui front office,” katanya.

Selain itu, wisatawan perlu memerhatikan review dan rating sebagi parameter memilih hotel. Review dan rating secara sederhana dapat dilihat melalui google dan OTA.

“Jadi jangan tergiur oleh murah saja. Belum tentu properti yang bersangkutan memiliki program yang ditawarkan sebagaimana di iklan. Sekali lagi OTA hanya sebagai jembatan untuk reservasi dan keputusan memilih property,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Prabowo Anggap Penyiraman Air Keras sebagai Aksi Terorisme

Prabowo Anggap Penyiraman Air Keras sebagai Aksi Terorisme

News
| Jum'at, 20 Maret 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement