Revisi UU Pemilu Diminta Atur Hak Pilih Warga Lintas Domisili
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Kawasan sisi dalam Plengkung Gading yang berada di beteng Kraton Jogja. Foto diambil Kamis (17/6/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan wacana penutupan Plengkung Gading merupakan kebijakan untuk menjalankan rekomendasi UNESCO. Mengingat Plengkung Gading merupakan bagian dari sumbu filosofi yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Penataan dilakukan sesuai rekomendasi dari UNESCO terkait pelestarian sumbu filosofi Jogja. Sumbu filosofi ini merupakan garis imajiner yang membentang dari Tugu Pal Putih di utara hingga Panggung Krapyak di selatan, melewati kawasan Keraton Jogja.
BACA JUGA : Sultan Buka Suara Soal Wacana Penutupan Plengkung Gading
"Kawasan sumbu filosofi itu dari Tugu sampai selatan sana. Kalau yang kaitannya dengan Keraton, ya kami atur sendiri sampai Krapyak. Batasnya di Kali Winongo," kata Sultan, Rabu (22/1/2025).
Penataan kawasan ini dilakukan dengan cermat untuk menjaga nilai budaya dan sejarah, sekaligus memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh UNESCO. Meski begitu, Sultan menekankan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan pasti mengenai kapan atau bagaimana Plengkung Gading akan ditutup. "Ya, kapan ditutup itu belum. Kan uji coba saja belum," ucapnya.
Sultan menegaskan penutupan kawasan tersebut belum diputuskan dan segala rencana masih dalam tahap uji coba. "[Soal wacana Plengkung Gading yang mau ditutup] Itu ditata, pedagangnya juga tidak digusur. Saya juga belum tahu persisnya mau dipindahkan ke mana. Itu baru uji coba saja. Kalau memungkinkan, ya akan dilanjutkan, kalau tidak, ya tidak," ujar Sultan.
Sebelumnya diberitakan rencana penutupan kawasan Plengkung Gading, salah satu bagian dari sumbu filosofi Jogja ramai menjadi perbincangan hangat di sosial media.
BACA JUGA : Wacana Penutupan Plengkung Gading Masih Dalam Tahap Uji Coba, Pedagang Akan Ditata Ulang
Penghageng Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi menjelaskan bahwa rencana penutupan kawasan Plengkung Gading saat ini masih dalam tahap uji coba. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga sumbu filosofi yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting.
“Masih uji coba, nanti dari pihak Pemda DIY yang mengurus. Itu kan bagian dari sumbu filosofi dan harus ditutup,” ungkap GKR Mangkubumi, Selasa (21/1/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
SMKN 1 Adiwerna Tegal menjuarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Semarang dan melaju ke Grand Final di Istora Senayan.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.
Dua harimau Sumatra lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, menjadi simbol komitmen konservasi dan persahabatan Indonesia-AS.
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.