Karang Taruna Goes to School Ajak Siswa SRMA 19 Siapkan Masa Depan
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ilustrasi Uji Emisi kendaraan bermotor/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY tengah menjajaki kerja sama dengan Tim United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) untuk menekan emisi karbon di wilayah setempat.
Dalam kolaborasi itu Pemerintah Inggris melalui UK PACT menawarkan bantuan kepada Pemda DIY untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon, khususnya di sektor transportasi.
Kepala Bappeda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, salah satu fokus utama UK PACT adalah meningkatkan pemanfaatan angkutan umum di Jogja.
BACA JUGA : Olimpiade Geografi Internasional UGM 2025 Dukung Emisi Rendah Karbon
"Pekerjaan rumah pertamanya adalah bagaimana masyarakat mau menggunakan angkutan umum. Ini tantangan besar karena mobilitas di Jogja sudah sangat mudah, sementara belum ada keistimewaan bagi pengguna angkutan umum," ujarnya, belum lama ini.
Selain itu, Made juga menyoroti pentingnya penerapan contraflow, priority line, dan integrated transit system sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum.
"Ke depan, kami berharap bisa mewujudkan low emission zone di DIY. Sebagai langkah awal, Tim UK PACT akan melakukan scoping atau kajian ruang lingkup hingga Maret 2025," katanya.
Managing Director Techne Praxis Internasional, Puspita Galih menjelaskan bahwa proses scoping ini akan berlangsung selama dua bulan untuk memahami kondisi dan tantangan transportasi di DIY.
"Kami juga melihat apa yang sudah dilakukan Pemda DIY agar bisa menentukan langkah selanjutnya yang sesuai dengan budaya Jogja, " katanya.
Puspita menyebut bahwa semua rencana yang akan diterapkan di DIY harus mempertahankan kearifan lokal, sebagaimana arahan Gubernur DIY.
BACA JUGA : Pelaku Usaha Diingatkan untuk Memerhatikan Isu Lingkungan dan Ekonomi Hijau
"Sebelum ini kami sudah menyampaikan kepada Pemerintah Inggris bahwa DIY memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga pendekatannya harus berbeda dengan daerah lain di Indonesia," imbuhnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan DIY dapat mengembangkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan mendukung pengurangan emisi karbon tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.