Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Personel dari Polsek Gedangsari terlihat sedang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Hargomulyo yang menjadi lokasi wisata dadakan. Sabtu (18/1/2025). - Ist / dok. Polsek Gedangsari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengimbau kepada pengunjung di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sabtu (1/2/2025) Dilakukan penyisiran di lokasi tersebut dengan menghasilkan satu truk sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, usai pembangunan jalan baru di Tanjakan Clongop menjadi spot wisata dadakan karena pemandangannya yang indah. Hampir setiap sore di lokasi ini dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah sehingga memunculkan masalah baru.
Viralnya Tanjakan Clongop membuat banyak pedagang yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan pengujung. Sayangnya, kesadaran Masyarakat membuang sampah dirasa masih kurang sehingga menjadi masalah tersendiri.
“Dibuang secara sembarangan mulai di pinggir, bahu jalan sampai di jurang,” kata Hary, Minggu (2/2/2025).
Menurut dia, upaya penangnaan juga sudah dilakukan dengan menyisir di sekitar lokasi. Adapun hasilnya, pada Sabtu menemukan sampah berserakan hampir satu truk di spot yang viral ini.
“Kami sudah memberikan edukasi ke pedagang agar tidak membuang sembarangan,” katanya.
Guna masalah tersebut tidak terulang, pihaknya sudah membuat surat edaran berkaitan dengan pengelolaan sampah. Diharapkan para pedagang bisa menyediakan kantong plastic untuk tempat membuang sisa makanan atau minuman dari pembeli.
“Kami tidak bisa menyediakan fasilitas sampah karena lokasi tersebut bukan rest area. Namun, tetap ada koordinasi dengan pihak terkait untuk menangani sampah yang dibuang secara sembarangan di Jalan Clongop,” ungkapnya.
Terpisah, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto saat dikonfirmasi tidak menampik adanya aktivitas pembuangan sampah secara sembarangan di spot wisata dadakan di Jalur Clongop. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga sudah membentuk satgas penanggulangan sampah.
“Sudah kami bentuk dan nantinya akan dioptimalkan dalam upaya penanganan sampah di sekitaran jalan baru di Tanjakan Clongop,” kata Eko.
Menurut dia, permasalahan tidak hanya berkaitan dengan sampah, tapi juga mengenai parkir sembarangan yang mengganggu aktivitas lalu lintas. Guna mengantisipasi hal ini sudah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan rencana pemasangan spanduk atau banner peringatan.
“Tidak boleh buang sampah atau parkir sembarangan. Selain itu, juga ada peringatan lokasi yang rawan longsor,” katanya. (David Kurniawan)
Foto Istimewa Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul,
Sejumlah petugas sedang melakukan penyisiran sampah yang dibuang sembarangan di jalur baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari. Sabtu (1/2/2025)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.
Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.