Beasiswa Sleman Pintar Genjot Target 1 Sarjana per Keluarga Miskin
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersiap menghadapi berbagai potensi bencana dan cuaca ekstrem dampak Bibit Siklon Tropis 99S dan 90S yang terdeteksi di Indonesia.
Kesiapan ini disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno yang ditemui pada Selasa (4/2/2025) di UGM.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi Besok, BPBD Sleman Minta Masyarakat Waspada
"Jadi memang kami antisipasi terus, BMKG selalu meng-update ya potensi-potensi bencana. Sebagaimana kami tahu memang ada perubahan iklim itu nyata dan harus kami antisipasi," terang Pratikno.
Pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang di bawah koordinasi Kemenko PMK tetap melakukan sejumlah tindakan. Pertama BNPB tetap melakukan tanggap darurat bila terjadi bencana.
"Yang kami lakukan di beberapa daerah terakhir di Kalimantan Barat. Saya berkunjung ke sana bersama Kepala BNPB," ujarnya.
BACA JUGA: BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Dampak Bibit Siklon Tropis 99S dan 90S
Selain tindakan tanggap darurat, upaya mitigasi bencana dengan mengurangi risiko bencana tetap digulirkan. Di antaranya melalui perbaikan infrastruktur. Selain infrastruktur, edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan terus dilakukan.
"Kami sudah terus koordinasi terutama dengan Kemenko Infrastuktur, bahwa infrastruktur terus diperbaiki. Sungai-sungai normalisasi, waduk juga dinormalisasi untuk mengurangi potensi risiko bencana," tegasnya.
Di tengah efisiensi anggaran yang diberlakukan di sejumlah sektor, Pratikno menegaskan bila anggaran untuk kebencanaan tetap dialokasikan. Contohnya, BNPB memiliki dana siap pakai. Dana siap pakai ini digunakan untuk respons cepat BNPB dalam melakukan pertolongan kepada masyarakat.
"Jadi itu sudah ada namanya dana siap pakai. Dana siap pakai kalau diperlukan, maka itu ada alokasi budget ya, yang ya udah dianggarkan. Jadi saya kira gitu," tandasnya.
Sebelumnya, Stasiun Meteorologi BMKG Jogja memperingatkan potensi cuaca ekstrem akibat dua bibit siklon tropis yang terpantau di wilayah perairan Indonesia. Dalam beberapa waktu ke depan Bibit Siklon Tropis 99S dan 90S diprediksi berdampak pada cuaca serta kondisi perairan di berbagai wilayah, termasuk area Jogja.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja, Warjono menyampaikan, saat ini bibit Siklon Tropis 99S terpantau di Samudra Hindia, sebelah selatan Banten, dengan kecepatan angin maksimum 65 km/jam dan tekanan minimum 997 hPa. Akibatnya, angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Sementara Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan NTB juga menunjukkan potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat. Dengan kecepatan angin maksimum 65 km/jam dan tekanan minimum 993 hPa, bibit siklon ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat salah satunya di DIY.
"Angin kencang juga diperkirakan melanda pesisir selatan Jawa Tengah hingga selatan NTB," jelasnya, Minggu (2/2/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
Laga Inggris vs Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 terancam tunda akibat cuaca ekstrem di Miami. FIFA pantau badai petir dan suhu 43°C. Inggris juga ha
Marc Marquez tercepat di practice MotoGP Jerman 2026 (1'19.394). Bagnaia gagal ke Q2, start dari Q1. Raul Fernandez dan Diggia di 3 besar. Enea Bastianini crash
Pemda DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,9-6,7 persen pada 2027. Angka kemiskinan ditargetkan turun hingga 8,5-9,5 persen melalui APBD sekitar Rp4,93 triliun
Korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo mencapai 625 orang. Penyebaran kini meluas ke wilayah baru dan memicu kewaspadaan WHO.
Pria lebih cepat move on? Terapis ungkap itu hanya norma sosial. Pria proses internal, wanita eksternal, tapi waktu pemulihan tak beda signifikan.