Minum Kopi Ternyata Bantu Kesehatan Usus dan Kurangi Stres
Studi terbaru menunjukkan kopi, termasuk decaf, dapat meningkatkan kesehatan usus, menurunkan stres, dan mendukung fungsi otak melalui mikrobioma.
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Bupati Bantul Abdul Halim Muslih angkat bicara terkait kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Bantul tahun 2022 di angka 80,59, naik menjadi 81,74 di tahun 2023 dan pada 2024 angka itu naik menjadi 82,05. Angka IPM Bantul tersebut diatas rata-rata IPM DIY dan nomor tiga dari empat kabupaten dan satu kota se-DIY.
BACA JUGA: Masih Ada 28 lokasi di Bantul yang Kesulitan Air Bersih
"Ya, IPM itu kan, antara tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesejahteraan, sehingga dari penilaian terhadap tiga hal tersebut, IPM Bantul itu tinggi," kata Halim, Rabu (5/2/2025).
IPM di Bantul, tersebut lanjut Halim, di antaranya didukung oleh tingkat pendidikan yang tinggi, kemudian tingkat kesehatan yang diukur dengan usia harapan hidup (UHH) Bantul pada tahun 2024 yang rata-rata 74,80 tahun. Sehingga, warga Bantul rata-rata umurnya mencapai 74,8 tahun.
"Meninggal karena sakit ya, bukan karena kecelakaan," imbuh Halim .
Dengan kondisi tersebut, Halim mengklaim Pemkab Bantul bisa terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Bantul dengan melakukan intervensi dalam hal kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Oleh karena itu, Halim menyatakan ekonomi yang berorientasi pada peningkatan pendapatan warga yang paling miskin itu menjadi prioritas.
"Namanya pertumbuhan ekonomi inklusif yang hari ini terus kami kuatkan untuk mengurangi angka kemiskinan, angka pengangguran," ungkapnya.
Halim menyatakan, hal tersebut tidak sederhana. Sebab, menyangkut kesiapan individu warga yang dibangun, dan potensi pasar ketika itu berkaitan dengan produk ekonomi.
"Dan, ini akan kami upayakan bersama dengan Pemerintah Kalurahan. Kami akan geser orientasi baru menuju anggaran yang benar-benar berdampak," jelas Halim.
Menurut Halim, karena adanya perintah efisiensi dari Pemerintah Pusat, maka Pemkab Bantul memastikan akan melakukan refocusing terhadap APBD 2025. Soal persentase dan besaran refocusing APBD 2025, Halim mengaku tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Bantul masih menghitung.
"Ini sedang kami hitung ulang. Yang jelas ATK akan kami pangkas dan menyisakan 10 sampai 25 persen, perjalanan dinas juga akan kami pangkas," ucap Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi terbaru menunjukkan kopi, termasuk decaf, dapat meningkatkan kesehatan usus, menurunkan stres, dan mendukung fungsi otak melalui mikrobioma.
Metode RFA jadi solusi atasi benjolan tiroid tanpa operasi. Minim risiko, tanpa bekas luka, hasil efektif bertahap.
Imigrasi Soetta ungkap dua modus haji ilegal, dari visa wisata hingga visa kerja. Puluhan jemaah berhasil dicegah.
Persib Bandung bantah isu tunggakan gaji. Transfer ban FIFA ternyata terkait kasus kontrak Daisuke Sato.
Krisis Selat Hormuz picu ancaman ekonomi global. IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO soroti pasokan minyak dan energi.
Final Liga Champions 2026 hadirkan duel Rice vs Vitinha. Siapa paling dominan di lini tengah dan bawa tim juara?