Advertisement
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sleman Berjalan Sepekan, Puskesmas Sleman Baru Terima 1 Pasien
Puskesmas Sleman. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Sleman telah berjalan sejak Senin (3/2/2025). Sepekan berjalan, Puskesmas Sleman baru menerima satu pendaftar.
Kepala Puskesmas Sleman, Dela Oktaviana mengatakan ada satu pendaftar PKG HUT pada Kamis (6/2/2025). Pendaftar ini seorang anak yang bertempat tinggal di wilayah Puskesmas Sleman.
Advertisement
Dela menunjukkan bukti pendaftaran skrining PKG HUT yang ada di ponselnya kepada Harian Jogja.
Dia mengatakan warga yang ingin mengakses program tersebut memang harus mengunduh aplikasi Satu Sehat.
Setelah mengunduh aplikasi tersebut, pengguna akan diarahkan untuk mengisi formulir atau kuesioner di aplikasi tersebut. Setelah mengisi kuesioner inilah pendaftar akan mendapat bukti pendaftaran yang terekam dalam aplikasi.
Meski begitu, Dela menyampaikan pihaknya akan membantu warga yang datang ke puskesmas dengan hanya membawa KTP. Puskesmas akan membantu mendaftarkan dan mengarahkan untuk mengisi kuesioner. Artinya, tahap pertama pendaftaran tetap melalui aplikasi Satu Sehat.
Aplikasi tersebut juga dapat digunakan untuk anggota keluarga atau orang lain. Satu ponsel, satu aplikasi digunakan untuk beberapa pendaftar. “Pendaftar juga bisa memilih mau melakukan skrining di puskesmas mana. Warga luar Sleman mau periksa di Sleman juga bisa,” kata Dela ditemui di Puskesmas Sleman, Senin (10/2/2025).
Dela menambahkan PKG HUT terbatas pada skrining kesehatan. Apabila hasil skrining menunjukkan ada persoalan kesehatan pada pasien, maka puskesmas akan mengarahkan pemeriksaan lanjutan melalui BPJS Kesehatan.
Menurut Dela, PKG HUT mirip dengan Integrasi Layanan Primer (ILP). Perbedaannya ada pada lingkup layanan.
BACA JUGA: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai Hari Ini, Begini Cara Mendaftarnya
PKG HUT bersifat borderless. Artinya, warga luar daerah dapat memeriksakan diri di puskesmas manapun. Adapun ILP hanya melayani warga yang masuk dalam wilayah puskesmas. Pasalnya, ILP dilaksanakan melalui Posyandu. “ILP itu setahun sekali. Semua petunjuk dan paket untuk ILP, termasuk PKG itu berasal dari Kemenkes,” katanya.
Warga yang terlewat memeriksakan diri ketika hari ulang tahun masih mendapat toleransi hingga sebulan sejak hari ulang tahun.
Hal ini menjadi upaya puskesmas dalam memfasilitasi warga dalam pemeriksanaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan rutin dapat menjadi cara mencegah munculnya penyakit. “Kemarin kami diminta untuk melaporkan progres PKG ini juga ketika rapat dengan Dinkes. Memang baru ada satu pendaftar. Malahan ada yang masih nol pendaftar,” ucapnya.
Apabila ada pendaftar PKG HUT, puskesmas akan mendahulukan pendaftar tersebut. Ihwal sumber daya manusia (SDM) Puskesmas Sleman, Dela mengaku mengupayakan dan menyiapkan SDM yang ada di tengah keterbatasan jumlah SDM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
Advertisement
Advertisement





