25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengaku belum bisa memastikan penyebab kasus keracunan makanan di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Pasalnya, hasil pengujian sampel makanan belum keluar hingga saat ini.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan sampel makan yang dibawa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY masih diteliti.
BACA JUGA: Dugaan Keracunan Massal di Tempel, Polisi Akan Periksa Sejumlah Pihak
“Sampai sekarang kami belum tahu hasilnya, belum keluar. Kami masih menunggu,” kata Khamidah dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025).
Menurut Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati, ada sekitar 20 pasien keracunan makanan yang saat ini masih menjalani opname di beberapa rumah sakit. Padahal, pasien opname sempat mencapai 47 orang. Kondisi kesehatan pasien berangsur membaik.
Dia menyampaikan total korban keracunan yang tercatat saat ini mencapai 170 orang baik tamu maupun keluarga. “Kami masih melakukan validasi data juga, masih berjalan,” kata Diana.
Pada kesempatan sebelumnya, Diana menyampaikan ada 130 orang mengalami gejala keracunan pada Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Dari jumlah itu, ada 92 orang dirujuk ke rumah sakit.
Puluhan orang tersebut diduga keracunan makanan setelah mendatangi acara hajatan di lokasi yang sama di Kapanewon Tempel, Sleman. Menu yang dihidangkan pada acara tersebut meliputi bakso, satai, siomay, krecek, es krim, dan minuman lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.