Advertisement
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolri Resmikan Saluran Irigasi di Kulonprogo
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mendukung ketahanan pangan yang digencarkan pemerintah, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meresmikan jalan usaha tani dan saluran irigasi di Bulak Pelemsewu, Kalurahan Garongan, Kabupaten Kulonprogo.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Kulonprogo, mengatakan Kalurahan Garongan menjadi kalurahan swasembada beras.
Advertisement
"Untuk itu, saya untuk berharap bahwa apa yang saat ini sudah dilaksanakan terkait dengan pembangunan jalan dan irigasi ini betul-betul bisa bermanfaat. Kalau ada kekurangan dan harus dibangun lagi apakah diperpanjang dan sebagainya tolong kita dikasih tahu dan kita pasti akan dukung," kata Kapolri saat meresmikan Jalan Usaha Tani dan Irigasi Bulak Pelemsewu, Sabtu (15/2/2025).
Ia mengatakan dirinya melihat semangat dari warga Kalurahan Garongan luar biasa bertani. Ia meminta masyarakat terus menanam padi, pemerintah akan menyerap karena saat ini juga sudah ada instruksi untuk menyerap seluruh gabah yang ditanam.
BACA JUGA: Berangkat ke Blitar untuk Melawan Arema FC, Skuat PSS Sleman Diantar Suporter
Lebih lanjut, ia berharap ke depan, Kalurahan Garongan menjadi salah satu kalurahan terbaik terkait dengan masalah kemampuan untuk menyiapkan dan mungkin menjadi salah satu lumbung padi yang menjadi kebanggaan wilayah untuk menciptakan swasembada pangan.
“Ke depan kami harapkan Kalurahan Garongan bisa menjadi salah satu wilayah yang menjadi lumbung pangan. Kami berharap pembangunan ini mendorong dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Garongan," katanya.
Lurah Garongan Ngadiman mengatakan masyarakat Garongan mengandalkan hasil pertanian yang ada di Bulak Pelemsewu ini mereka bekerja dan menikmati hasil panen dari bulak ini perlu diketahui bahwa kondisi awal sebelum adanya bantuan jalan ini tidak bisa dilalui kendaraan saat musim hujan tiba akan terjadi becek dan licin. Sehingga petani harus rela berjalan kaki untuk merawat tanaman membawa pupuk ke sawah, serta membawa pulang hasil pertaniannya dengan susah payah.
Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1,04 kilometer, dan irigasi 1.550 meter. Saluran ini mampu mengairi sawah dengan luas kurang lebih 40 hektare.
"Keberadaan saluran irigasi sebagai prasarana utama dalam pengairan pertanian sistem irigasi yang baik dan efisien diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Kuota Haji Menguat, KPK Siapkan Pengumuman Penting Senin
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
- Dispar Kulonprogo Catat Lonjakan Wisatawan, Congot Ungguli Glagah
- Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat
- Pemkab Bantul Belum Terapkan WFH, Nilai Belum Efektif Hemat Energi
Advertisement
Advertisement





