Advertisement
Koperasi Diwacanakan Bisa Kelola Tambang, Ini Kata Menkop Budi Arie
Koperasi - Ilustrasi - Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Menteri Koperasi (Menkop) RI Budi Arie Setiadi angkat bicara terkait kemungkinan koperasi bisa ikut mengelola tambang. Sejauh ini, Budi Arie menyatakan Kemenkop tengah menyusun jenis koperasi yang bisa mengelola tambang sesuai dengan perubahan keempat atas UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
“Saat ini, ya belum dong. Tetapi, nanti kan diperiksa dulu. Yang penting, koperasi yang masyarakat setempat,” katanya, di Pajangan, Bantul, Jumat (21/2/2025) sore.
Advertisement
Menteri Budi menambahkan, dalam penentuan koperasi yang bisa mengelola tambang harus benar-benar tepat. Sebab, hal ini berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. “Jadi harus berhati-hati lah," imbuhnya.
BACA JUGA: Menkop Budi Arie Ungkap 8 Koperasi Bermasalah, Rugikan Anggota Rp26 Triliun
Meski demikian, Menteri Budi menyatakan bahwa koperasi bisa mengelola tambang dan bisa menyesejahterakan masyarakat. “Koperasi harus bisa meningkatkan produktivitas masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan UU Minerba sudah disahkan dan mengizinkan koperasi untuk mengelola lahan pertambangan. Ia menilai saat ini koperasi dibantu oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk pendanaan. Nantinya dana dari LPDB akan digunakan untuk koperasi yang akan mengola usaha besar seperti pertambangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement






