Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Tilang - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul mencatat ada 1.851 pelanggaran selama Operasi Keselamatan Progo 2025. Operasi ini berlangsung sejak 10-23 Februari 2025.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, Iptu Angga Perdana mengatakan, Operasi Keselamatan Progo telah selesai karena berlangsung dua pekan. Selama operasi berlangsung tercatat ada 1.851 pengendara kendaraan bermotor yang terjaring razia karena melakukan pelanggaran lalu lintas.
Rinciannya, sebanyak 689 pelanggar diberikan sanksi tilang dan sisanya sebanyak 1.162 pelanggar terkena teguran. “Tilang dilakukan karena melakukan pelanggaran secara kasat mata seperti tidak memakai helm, knalpot blombongan, serta pemakaian kendaraan tidak sesuai dengan standar pabrikan,” katanya.
Adapun untuk teguran, sambung Anggaran, diberikan kepada pelanggar yang menggunakan sepeda motor hanya memakai satu spion. Pelanggar yang melawan kebijakan satu arah atau tidak menyalakan lampu kendaraan.
Dia menjelaskan, operasi dilaksanakan di 18 titik di Kabupaten Gunungkidul. Fokus utama di lokasi seperti Wonosari, Playen, Patuk dan Jalan Baron.
Operasi tersebut menyasar delapan pelanggaran prioritas yakni, berkendara di bawah umur, pemotor berbonceng lebih dari satu, tidak menggunakan helm keselamatan dan sabuk pengaman pada mobil. Selain itu, ada melawan arus, mengonsumsi alkohol saat berkendara, menggunakan telepon genggam saat berkendara, knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, dan Muatan kendaraan melebihi batas atau ODOL.
BACA JUGA: Pemantauan Hilal Penentuan Ramadan Digelar di 125 Titik, Ini Daftarnya
“Operasi telah selesai dan saat ini kami menyiapkan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Progo yang dilaksanakan jelang Lebaran,” katanya.
Kasihumas Polres Gunungkidul, AKP Suranto mengatakan operasi digelar untuk mengurangi jumlah laka lantas beserta korban fatalitas. Selain itu, bertujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas, meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, dan terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman dan selamat. “Mudahan-mudahan bisa semakin tertib dan angka kecelakaan bisa terus ditekan,” katanya.
Suranto menambahkan, upaya sosialisasi keselamatan berlalu lintas terus dilakukan. Adapun sasaran tidak hanya menyasar ke Masyarakat, tapi juga ke sekolah-sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.