Advertisement

Kelurahan Kota Baru Jogja Perbaiki Sistem untuk Kurangi Pembuangan Sampah ke Depo

Lugas Subarkah
Rabu, 26 Februari 2025 - 17:07 WIB
Maya Herawati
Kelurahan Kota Baru Jogja Perbaiki Sistem untuk Kurangi Pembuangan Sampah ke Depo Penggerobak mengangkut sampah ke armada truk sampah di depo Kotabaru, Selasa (25/2/2025). - ist DLH Kota Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Kotabaru, Gondokusuman, Jogja, tengah memperbaiki sistem pembuangan sampah ke depo Kotabaru. Hal ini untuk mendukung kebijakan Pemkot Jogja yakni membatasi sampah yang dibuang ke depo dan mengoptimalkan pengelolaan di masyarakat.

Depo Kotabaru kerap menjadi sorotan karena sering terjadi penumpukan sampah hingga ke jalan-jalan. Mulai saat ini, sistem pembuangan sampah ke depo akan diperbaiki sehingga sampah yang berada di depo lebih sedikit dan bisa langsung diangkut ke TPS3R.

Advertisement

Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kotabaru, Nur Zaidi, menjelaskan pihaknya telah mendata penggerobak yang beroperasi di kelurahan Kotabaru dan membuang sampah ke depo Kotabaru. “Sementara ada lima penggerobak,” katanya, Rabu (26/2/2025).

Lima penggerobak ini nantinya akan mendapatkan ID sebagai penggerobak yang menyetorkan sampah dari rumah-rumah masyarakat ke depo Kotabaru. “Jadi besok sudah tidak boleh masyarakat langsung membuang ke depo, harus lewat penggerobak,” ujarnya.

Selain lewat penggerobak, sampah yang dibuang ke depo ini juga harus sampah residu atau sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi. Adapun sampah organik diolah dengan biopori dan sampah anorganik disetorkan ke bank sampah. “Di Kotabaru ada enam bank sampah,” katanya.

Di setiap bank sampah saat ini juga sudah dilengkapi dengan mesin pencacah. Diharapkan pengolahan sampah organik lebih optimal dengan mesin pencacah ini. “Misalnya di RW 4 yang banyak pelaku usaha karangan bunga, mesin pencacah banyak digunakan untuk mengolah styrofoam,” katanya.

Untuk pengolahan sampah organik, setiap rumah di Kotabaru sudah memiliki rata-rata dua biopori. Dengan biopori, sampah organik diolah menjadi pupuk. “Hasilnya nanti pupuk akan disalurkan ke kelompok tani yang ada di Kotabaru,” ungkapnya.

BACA JUGA: Final Liga 2, Skor Sementara untuk PSIM Jogja 1-0 Melawan Bhayangkara FC

Salah satu penggerobak di Kotabaru, Agung Sutimin, mengatakan ia sudah terdaftar sebagai penggerobak yang mengangkut sampah di depo Kotabaru. “Setiap hari mengangkut sampah sekali putaran, kecuali hari Rabu dan Minggu libur,” ujarnya.

Pelanggannya kebanyakan merupakan pelaku usaha di kawasan Kotabaru. Ia mengaku sempat kesulitan meminta pelanggannya untuk memilah sampah. “Jadi akhirnya harus saya yang memilah di sini [depo Kotabaru],” katanya.

Ke depan, dengan kebijakan Pemkot Jogja yang mengharuskan pemilahan dan hanya sampah residu yang dibuang ke depo, maka mau tidak mau warga harus memilah. “Kemarin sudah ada sosialiasi dari DLH [Dinas Lingkungan Hidup]. Saya juga melakukan edukasi di pertemuan RT, RW, agar di tingkat rumah tangga dipilah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamina Klaim Tak Ada Pengoplosan BBM di Kasus Korupsi Libatkan Bos Patra Niaga

News
| Rabu, 26 Februari 2025, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Sempat Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem, Ranu Regulo di Kawasan Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali

Wisata
| Sabtu, 22 Februari 2025, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement