Advertisement
BPBD Sleman Siaga 24 Jam Selama Libur Lebaran 2025
Bencana / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengaku akan siaga 24 jam selama arus mudik dan/ atau libur lebaran 2025. BPBD akan mengupayakan merespons dan menindaklanjuti secara cepat setiap kejadian kebencanaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pihaknya juga akan menggelar apel siaga di Posko Pakem bersama relawan-relawan kebencanaan. Posko tersebut dibuka selama 24 jam.
Advertisement
BACA JUGA: Asyik! Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Bakal Dibuka Gratis Saat Mudik Lebaran
Selain para relawan kebencanaan, BPBD juga menjalin kerja sama dengan kelompok jaga warga, palang merah indonesia (PMI), polri, dan TNI. Tidak hanya itu, mereka juga berkoordinasi dengan PT PLN. Koordinasi ini penting untuk memperjelas dan mempersingkat jalur komunikasi, sehingga penanganan kerusakan jaringan listrik dapat dilakukan cepat.
“Kalau ada jaringan listrik tertimpa pohon kan kami komunikasinya dengan PT PLN. DPUPKP juga kami kerja sama, ada kalanya mungkin kami butuh crane. DLH juga sama,” kata Bambang dihubungi, Minggu (23/3/2025).
Bambang menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini juga masih dalam situasi siaga bencana hindrometeorologi. Pemantauan dan kesiapsiagaan terus dilakukan. Pontensi lain seperti erupsi Gunung Merapi, BPBD juga terus melakukan monitoring.
BPBD memberi sosialisasi kepada pelaku wisata di Lereng Merapi untuk mengutamakan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Lava Tour Merapi diperkirakan masih menjadi destinasi utama wisatawan.
“Kami juga telah menyiapkan sarana-prasarana, gergaji mesin dan genset kami cek juga. Kendaraan kami siapkan. Alat penguras air siap juga. Tangki air untuk menyemprot oli tumpahan di jalan juga siap,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, meminta pelaku wisata untuk mewaspadai perkembangan perubahan cuaca dan memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam.
Ia meminta pelaku wisata dan wisatawan mematuhi serta mengikuti arahan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan BPBD Sleman ketika terjadi peningkatan aktivias Gunung Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
Advertisement
Advertisement







