Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Petugas menjajal mesin pengolah sampah di TPST Tamanmartani, Sleman. - ist/DPRD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah di Bumi Sembada. Setelah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto, Pemkab berniat mendatangkan insenerator.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Dwi Anta Sudibya, mengatakan rencana pengadaan insenerator yang digagas Bupati Sleman, Harda Kiswaya bukan sekadar wacana. Bappeda saat ini sedang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam mengadakan mesin tersebut.
“Salah satu kebijakan Pak Bupati adalah tuntas sampah. Kami sudah menindaklanjuti. Sekarang kami baru berdiskusi dengan swasta. Kami baru merancang detail pengadaan dan pengelolaan-pengolahan sampahnya,” kata Sudibya ditemui di kantornya, Senin (25/3/2025).
Sudibya menegaskan pihak swasta yang akan menjadi mitra Pemkab Sleman ini memiliki latar belakang pengelolaan-pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Penanganan limbah B3 tidak boleh dilakukan secara serampangan atau sekadar ditimbun, perlu insenerator yang dapat membakar limbah tersebut hingga tak bersisa.
“Cara kerja insenerator untuk limbah B3 kan sama dengan limbah rumah tangga. Perbedaannya hanya pada suhu saja. Kalau untuk limbah B3 suhunya lebih tinggi,” katanya.
BACA JUGA: Aksi Demo Tenaga Kesehatan RSUP Dr Sardjito Disebabkan Faktor Ini
Saat ini, Bappeda Sleman sedang melakukan pemetaan lahan calon lokasi untuk penampatan insenerator. Setelah itu, Bappeda bersama pihak swasta akan menggelar feasibility study (FS) atau studi kelayakan. FS adalah analisis dan evaluasi dari proyek yang direncanakan untuk menentukan apakah proyek tersebut layak secara teknis, layak dari sisi perkiraan biaya dan menguntungkan, terutama dilakukan ketika terdapat jumlah besar modal dipertaruhkan.
Setelah FS tersusun, Bappeda bersama dinas teknis akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. Paling tidak, pembangunan dan pengadaan insenerator baru dilakukan akhir 2024.
Sebelumnya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan insinerator sangat penting dan dibutuhkan untuk membakar sampah sisa pengolahan atau residu, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara tuntas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.