Advertisement
Lebaran, Produksi Sampah di Gunungkidul Diprediksi Naik 10%

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul memrediksi produksi sampah saat Lebaran mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi karena peningkatan aktivitas di pasar maupun lokasi wisata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, momen Lebaran aktivitas di Masyarakat ikut meningkat. Kondisi ini pun berdampak terhadap produksi sampah yang ikut meningkat.
Advertisement
BACA JUGA: Selama Libur Lebaran 2025, Walhi Yogyakarta Prediksi Potensi 550 Ton Sampah Per Hari
Ia menggambarkan, di waktu normal, produksi sampah mencapai 50-55 ton per harinya. Namun saat jelang dan Lebaran ada prediksi kenaikan hingga 10% dari biasanya.
“Kenaikan ini tidak lepas dari naiknya aktivitas di pasar saat akan lebaran. Sedangkan saat liburan, aktivitas kunjungan wisata juga meningkat sehingga produksi sampah juga mengalami kenaikan,” kata Hary kepada wartawan, Kamis (27/3/2025).
Untuk memastikan kebersihan selama libur lebaran, DLH Gunungkidul juga telah menyiapkan armada pengangkut sampah yang akan beroperasi tanpa libur. Hary Sukmono memastikan, 17 armada yang dimiliki oleh DLH akan tetap bekerja, meskipun hari raya Idulfitri.
“Kami tidak ada libur, meski saat libur Lebaran. Kami tetap akan membersihkan kawasan perkotaan dan titik-titik keramaian seperti alun-alun, khususnya saat pelaksanaan Salat Id,” katanya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, masalah sampah harus ditangani bersama sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di Bumi Sembada. Ia mengingatkan agar setiap destinasi wisata, toko, warung, dan perusahaan di sepanjang jalan utama untuk menyediakan tempat sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Penyediaan fasilitas ini dengan tujuan agar sampah yang dihasilkan selama aktivitas lebaran dapat terkeloa dengan baik,” katanya.
Tak hanya itu, Endah juga mengimbau kepada peserta takbir keliling diimbau untuk tidak menggunakan makanan dan minuman kemasan sekali pakai. “Mari bersama-sama mengurangi produksi sampah untuk menjaga kebersihan,” katanya.
Menurut dia, upaya penanganan samaph tidak hanya pada saat Berlebaran. Pasalnya, langkah jangka panjang juga wajib dilakukan, salah satunya setiap warga diminta memisahkan sampah organik dan non-organik.
Sampah non-organik hasil pemilahan diharapkan bisa diserahkan atau dijual ke Bank Sampah atau Shodaqoh Sampah terdekat.
“Ini menjadi bagian untuk memaksimalkan pengelolaan sampah. Kami ingin agar masyarakat sadar dan aktif mengolah sampah sejak dari rumah,” kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Malam Takbiran 2025, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Ramai Lancar
Advertisement

Taman Wisata Candi Siapkan Atraksi Menarik Selama Liburan Lebaran 2025, Catat Tanggalnya
Advertisement
Berita Populer
- Komunitas Suara Ibu Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan Aparat terhadap Mahasiswa
- Tinjau Posko Terpadu Idulfitri, Bupati Bantul Sebut Arus Lalu Lintas Lancar
- Bencana Hidrometeorologi, Warga Kulonprogo Sempat Tertimbun Longsor
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku Mulai 28 Maret hingga 13 April 2025
- Bertarif Rp11.600. Ini Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement