Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, KULONPROGO–Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kulonprogo pada Jumat (28/3/2025) siang hingga malam mengakibatkan Sungai Serang meluap, merendam ratusan rumah di beberapa pedukuhan di Kapanewon Pengasih.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Heri Darmawan mengatakan penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai yang menghambat aliran air.
“Kondisi daerah aliran sungai yang seharusnya normal kini mengalami penyempitan akibat sedimentasi serta pertumbuhan rumput dan kotoran lainnya. Akibatnya, saat curah hujan ekstrem terjadi, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap,” ujar Heri Minggu (30/3/2025).
Baca Juga: Hujan Deras Bikin Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo Alami Banjir hingga Tanah Longsor
Data yang dihimpun BPBD setempat, lebih dari 400 rumah terdampak banjir. Satu kompleks perumahan serta beberapa pedukuhan di kanan-kiri Sungai Serang terendam air. BPBD bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak.
"Sekarang sudah aman dan normal kembali, dua hari ini warga dan relawan sudah kerja bakti membersihkan material yang terdampak," ujarnya.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang di DIY Sebabkan Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang, 2 Korban Luka-luka
Mengantisipasi potensi hujan deras yang masih diprediksi terjadi hingga April mendatang, BPBD telah mengimbau seluruh stakeholder, termasuk lurah dan panewu, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami telah mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama jika terjadi hujan lebih dari dua jam berturut-turut. Jika kondisi mengkhawatirkan, warga diimbau segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi, Warga Kulonprogo Sempat Tertimbun Longsor
Selain itu, BPBD juga mendorong kegiatan pembersihan sungai guna mengurangi risiko luapan air. Masyarakat diminta tetap memantau informasi cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama menjelang mudik Lebaran.
Pihak BPBD memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi lebih lanjut, guna mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.