Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah petani di Kapanewon Seyegan masih mengandalkan tengkulak untuk menyerap hasil pertanian padi. Hal ini disebabkan oleh minimnya produksi padi. Sedangkan, penyerapan gabah kering panen (GKP) oleh Bulog dapat dilakukan dengan minimal berat 1 - 2 ton per karung.
Anggota Kelompok Tani (Poktan) Sarana Makmur Barak Margoluwih Seyegan, Hadi Wiyanto, mengaku kebijakan penyerapan oleh Bulog sangat menguntungkan petani. Dia mengaku puas dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram (kg) GKP.
BACA JUGA: Produktivitas Padi di Bantul Capai 8 Ton Per Hektare, Melebihi Rata-rata Nasional
Hanya, dia tidak menampik masih ada sejumlah petani yang menjual GKP ke tengkulak. Pasalnya, hasil produksi pertanian hanya sedikit.
“Kalau hanya ada lahan 1.000 meter persegi begitu, produksi pertanian juga sedikit dan biasanya untuk konsumsi. Sisanya baru dijual. Kalau mau jual empat kuintal saja kan Bulog tidak mau. Ada batas minimal soalnya,” kata Wiyanto dihubungi, Senin (7/4/2025).
Apalagi ketika petani membutuhkan uang, maka petani tidak punya pilihan selain menjual ke tengkulak. Adapun tengkulak menetapkan harga per kg mulai dari Rp5.300 - Rp5.500.
Disinggung ihwal luas lahan panen padi di Poktan Sarana Makmur Barak, Wiyanto mengaku panen raya baru dimulai pertengahan bulan puasa. Dari total 36 ha lahan pertanian yang ada, baru 20% yang telah dipanen. Per ha, petani dapat memanen 8 ton GKP.
BACA JUGA: Akhir Maret, Penyerapan Hasil Panen di Gunungkidul Diharapkan Bisa Tembus 6.762 Ton
Meski belum semua dipanen, dia mengaku hasil pertanian sementara ini lebih banyak daripada tahun lalu. “Kemungkinan ada jeda tidak hujan, dampaknya pembuahan bunga secara bagus. Padi menjadi lebih berisi semua. Tahun kemarin malah kurang hujan dan kurang pengairan. Berat butiran padi juga kurang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.