Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi uang palsu (Freepik)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peredaran uang palsu ditemukan di Pasar Playen, Rabu (16/4/2025). Meski jumlahnya tidak banyak, namun Masyarakat diminta mewaspadai potensi penipuan ini.
Salah seorang pedagang di Pasar Playen, Sakiyem mengaku menjadi korban peredaran uang palsu. Meski tidak mengingat pembeli yang membayarkan, namun dari uang yang dihitung ternyata ada pecahan Rp50.000 palsu.
“Tidak hafal karena banyak yang beli. Setelah mau dihitung ternyata ada yang palsu,” kata Sakiyem, Rabu (16/4/2025) siang.
Menurut dia, pecahan uang palsu yang diterima berjumlah dua lembar. Rencananya, uang yang terkumpul dari penjualan digunakan membayar cabai ke tengkulak, tapi tidak jadi dibayarkan karena palsu.
BACA JUGA: Kakak Beradik di Gunungkidul Edarkan Uang Palsu Senilai Rp125 Juta
“Langsung saya musnahkan karena kalau dipergunakan bisa berdosa. Kalau sudah begini, ya cari lagi dengan berjualan dan saya akan lebih teliti lagi saat menerima uang dari pembeli,” kata perempuan berusia 75 tahun ini.
Pedagang lain di Pasar Playen, Sri yang berusia 65 tahun mengaku mendapatkan uang palsu sebanyak dua lembar pencahan Rp50.000. Ia mengingat, uang yang selembar merupakan titipan untuk Tabungan dari pedagang lain. “Untuk satu lembar lagi diperoleh dari proses jual beli di pasar,” katanya.
Karena sudah tua, ia mengaku kesulitan membedakan uang palsu dengan yang asli. Sri merasa uang palsu yang diterima sangat mirip dengan aslinya. “Hampir mirip dengan aslinya. Kalau tidak ada yang bilang, maka uang palsu itu saya anggap asli,” ungkapnya.
BACA JUGA: BI DIY Ingatkan Potensi Peredaran Uang Palsu Jelang Pilkada
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suranto mengimbau kepada masyarkat untuk mewaspadai potensi penyebaran uang palsu. Hal ini tak lepas adanya pengungkapan kasus uang palsu yang dilakukan oleh jajaran Polsek Tanjungsari.
Adapun modus yang dilakukan pelaku dengan cara membeli dengan uang palsu menggunakan pecahan Rp100.000 dan memeroleh kembalian berupa uang asli.
“Model seperti yang harus diwaspadai karna kalau tidak teliti, maka bisa menjadi korban peredaran uang palsu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.