Kebakaran 4 Hektare di Bantul, 3 Titik Api Masih Menyala
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Bupati Bantul Abdul Halim Muslih buka suara soal kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Padukuhan Gandekan. Halim memastikan proses penanganan kasus ini tengah berlangsung secara objektif dan transparan, dengan melibatkan Inspektorat Daerah.
Ditemui di di Kompleks Parasamya Kantor Bupati Bantul, Kamis (17/4/2025), Halim mengatakan, dirinya telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengungkap fakta di balik dugaan praktik pungli yang melibatkan Dukuh Gandekan.
"Kasus semacam ini kan mesti dilihat secara objektif. Maka saya perintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan apa yang sesungguhnya terjadi," ujar Halim.
Langkah investigasi itu, menurut Halim, dilakukan dengan menggali keterangan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, Dukuh, hingga Lurah setempat. Pendekatan ini dinilai penting untuk membentuk gambaran utuh tentang dinamika yang terjadi di lapangan.
BACA JUGA: Polemik Bau Kandang, Warga Blokade Akses Rumah Peternak Babi di Bantul
"Maka bisa diperoleh potret yang sesungguhnya melalui opini masyarakat, opini Lurah, dan opini pamong yang lain, termasuk opininya Pak Dukuh yang didemo itu," katanya.
Meskipun belum ada keputusan final, Halim memastikan bahwa hasil pemeriksaan Inspektorat akan segera diumumkan. Ia meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil resmi agar tidak terjadi spekulasi liar. "Sebentar lagi pasti ada keputusan, sebentar lagi, tunggu saja," katanya.
Kasus dugaan pungli dalam program PTSL ramai beberapa waktu belakangan di Padukuhan Gandekan, Bantul. Warga bahkan dua kali menggelar aksi unjuk rasa menuntut dukuh mundur dari jabatannya.
PTSL merupakan program nasional yang digadang-gadang meringankan beban masyarakat dalam memperoleh legalitas atas tanah mereka, tapi praktiknya di padukuhan tersebut warga mengaku dimintai uang dengan besaran mencapai jutaan rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.