56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Foto ilustrasi sekolah - StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul kesulitan mengalokasikan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan sekolah rakyat. Guna menyukseskan program ini, maka berinisiasi memanfaatkan bekas gedung sekolah yang terkena regrouping untuk dibangun sekolah yang digagas Kementerian Sosial.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, sudah ada rapat koordinasi guna membahas kelanjutan pembangunan sekolah rakyat. Meski demikian, untuk realisasinya, pemkab kesulitan menyediakan lahan seluas 5-10 hektare sesuai dengan ketentuan dari Kementerian.
“Kami tidak punya lahan seluas yang dibutuhkan untuk membangun sekolah rakyat,” kata Sri Suhartanta, Selasa (22/4/2025).
Kendati demikian, ia mengakui tetap ada upaya agar sekolah ini bisa dibangun di Kabupaten Gunungkidul. Salah satu opsi yang dilakukan dengan mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar pembangunanya memanfaatkan bekas sekolahan yang terdampak regrouping.
“Banyak sekolah yang digabungkan sehingga bekas gedungnya tidak terpakai. Ini yang sedang coba kami usulkan agar bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat,” kata mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini.
BACA JUGA: Besaran Gaji Guru Paud Lebih Rendah dari Penerima BLT di Gunungkidul
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian saat dikonfirmasi tidak menampik adanya opsi memanfaatkan gedung bekas sekolah yang terkena regroupinh untuk program sekolah rakyat. Opsi ini dimunculkan karena ada ketentuan didalam pelaksanaannya dapat menggunakan fasilitas gedung milik pemerintahan yang sudah tersedia.
“Tapi ini masih wacana karena belum diusulkan sehingga belum ada persetujuan dari Kementerian,” katanya.
Menurut Aldian, keberadaan bekas gedug sekolah yang terkena penggabungan juga harus dikaji secara matang. Pasalnya, banyak aset bekas sekolah ini bukan milik pemkab sehingga jangan sampai menimbulkan persoalan baru pada saat dimanfaatkan untuk sekolah rakyat.
“Butuh dikaji dahulu berkaitan dengan status aset. Kalau milik pemkab, tidak ada masalah kalau dimanfaatkan. Tapi, kalau milik perseorangan, maka butuh kajian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
OJK mencabut izin usaha 15 BPR dan BPRS hingga September 2026. Simak daftar bank, lokasi, serta mekanisme penanganan nasabah.