Advertisement
Gresek Jumat Wage Perkuat Peran Sekolah Mengelola Sampah
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan alat kebersihan kepada para siswa dalam kegiatan Gresek Jumat Wage di SMPN 16 Jogja, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja - Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong semua elemen masyarakat turut menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Salah satunya pada institusi pendidikan, dicanangkan kegiatan Gresek Jumat Wage untuk bersih-bersih lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Budi Asrori, menjelaskan kegiatan ini dikemas dalam Gerakan Resik-Resik Sekolah (Gresek) Jumat Wage yang merupakan tindak lanjut dari lomba kebersihan sekolah Kota Jogja yang dilaksanakan pada Maret 2025 lalu.
Advertisement
“Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap Jumat Wage sehingga menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu upaya bersama bagaimana agar satuan pendidikan di Kota Jogja mulai dari PAUD, SD hingga SMP berpartisipasi menjaga kebersihan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam Gresek Jumat Wage ini, seluruh warga sekolah akan bekerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sekolah pada kebersihan lingkungan, tidak hanya di dalam sekolah tapi juga lingkungan di sekitar sekolah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menuturkan menjaga kebersihan sekolah menjadi kewajiban seluruh warga sekolah. “Jangan hanya di dalam sekolah, tapi juga lingkungan sekolah, saya kasih batas 200 meter. Supaya kita punya rasa kepekaan sosial terhadap kebersihan lingkungan,” katanya.
Karena program ini akan dilaksanakan oleh warga sekolah yang sebagian besar merupakan generasi muda, maka istilah Gresek bisa diganti dengan istilah yang lebih dekat dengan anak sekolah. “Kalau saya, kasih nama Genre Sekolah, Gerakan Resik-Resik Sekolah. Biar mudah diingat dan dekat dengan anak muda,” kata Hasto.
Selain membersihkan lingkungan sekolah, ia juga berharap sekolah bisa mengelola sendiri sampahnya. “Anak-anak tidak harus membawa pulang sampah, tapi sampah diselesaikan di sekolah. Jadi diolah di sekolah,” katanya.
Dengan kegiatan ini, selain meningkatkan peran sekolah dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, juga akan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk peduli pada sampah di sekitarnya serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement







