Pasar Rakyat Bantul Makin Sepi, Omzet Pedagang Turun 30%
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Penampakan progres pembangunan jembatan Pucunggrowong yang terletak di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul belum lama ini. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL– Proyek pembangunan Jembatan Pucunggrowong di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul, kini tengah dikebut dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Jembatan ini sebelumnya ambruk akibat banjir besar awal tahun 2024 dan sempat membuat akses warga lumpuh total.
Lurah Karangtengah, Haryanto mengatakan pembangunan jembatan baru ini sempat tertunda karena harus menunggu alokasi anggaran tahun 2025. “Karena kejadiannya awal tahun, anggaran belum tersedia. Baru bisa dikerjakan tahun ini,” ujarnya, Jumat (20/6/2025).
Jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung antarpedukuhan dan antarkalurahan, termasuk akses warga menuju wilayah Serut hingga kawasan wisata di Srikememinut. “Itu penghubung utama, bukan cuma warga Karangtengah, tapi juga dari luar seperti Curug bahkan untuk jalur sepeda wisata,” lanjut Haryanto.
Selama masa pembangunan, warga memanfaatkan jembatan darurat dari bambu yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. “Dulu waktu jembatan rusak, warung, bengkel, penjual BBM sepi karena akses terputus. Sekarang harapannya ekonomi bisa pulih lagi,” ujar Haryanto.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Simbolon menyebut proyek ini menelan anggaran Rp4 miliar dari APBD. “Saat ini sudah memasuki tahap pembangunan tiang pancang dan desainnya diperlebar dari jembatan yang lama. Proyek terus dipercepat agar selesai tepat waktu,” katanya.
Jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat lesu pascakejadian banjir. Pemerintah menargetkan jembatan bisa kembali digunakan secara normal di akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta rencana PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang karena menyangkut sumber air, lingkungan, dan cagar budaya.
Guru SD menyoroti fenomena anak socially awkward di sekolah di tengah meluasnya smartphone dan AI serta pentingnya interaksi langsung.
Kemensos menahan sementara bansos untuk lebih dari 1.400 KPM terindikasi judol. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.