Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Budi Santosa setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman oleh Bupati Harda Kiswaya di Pendapa Parasamya, Selasa (22/7/2025) kemarin. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Budi Santosa akhirnya resmi menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman setelah lima bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas atau Plt.
Budi dilantik bersama 21 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lain oleh Bupati Harda Kiswaya di Pendapa Parasamya, Selasa (22/7/2025) kemarin.
Sederet tugas besar menantinya di tengah arus digitalisasi yang kian deras. Bidang komunikasi dan informatika sendiri bukanlah hal asing bagi Budi Santosa.
BACA JUGA: Dukung Digitalisasi Finansial Umat, Danamon Syariah Kolaborasi dengan PP Muhammadiyah
Pada awal karier sebagai ASN, pria jebolan S2 Teknik Sipil Yamaguchi University Jepang serta S2 Perencanaan Kota dan Daerah UGM itu pernah ditempatkan di Diskominfo Kabupaten Sleman.
Nah, mengawali langkah sebagai Kepala Diskominfo Sleman, ia sudah menyiapkan tiga strategi utama. Strategi pertama, ia menyebut, ketugasan terkait literasi digital.
"Saya berupaya mendorong literasi digital. Tingkat pemahaman dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman harus naik," ucap Budi setelah pelantikan.
Strategi kedua, Budi menyambung, berkaitan dengan transformasi tata kelola pemerintahan menuju arah yang lebih baik.
Langkah tersebut terutama menyangkut transformasi digital untuk mendukung organisasi perangkat daerah dalam hal layanan publik.
Menurutnya, instruksi Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk membuat standar operasional prosedur ikhwal layanan masyarakat perlu didukung teknologi informasi yang notabene tanggung jawab Diskominfo Kabupaten Sleman.
Strategi ketiga adalah menyusun regulasi yang adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. "Aturan yang adaptif berarti regulasi yang berkaitan teknologi informasi dan komunikasi harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi," kata Budi.
Ia mengambil contoh soal penataan jaringan kabel yang semrawut. Menurutnya, regulasi terkait hal tersebut harus ada.
Di lain sisi, Diskominfo Kabupaten Sleman sendiri tengah menjadi sorotan lantaran sejumlah persoalan hukum warisan pejabat sebelumnya.
Menyikapi hal itu, Budi sama sekali ak surut optimisme. "Kami akan perbaiki pola masa lalu yang tidak pas. Apapun sorotan terhadap Diskominfo Kabupaten Sleman harus diterima," ungkapnya.
Budi Santosa bahkan menjadikan problem tersebut sebagai pengingat agar seluruh pegawai di Diskominfo Kabupaten Sleman lebih berhati-hati dan cermat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
"Kami bakal melakukan perbaikan menyeluruh. Diskominfo Kabupaten Sleman pada era sekarang harus lebih baik. Semoga kesalahan yang sama tidak akan terulang," tutur Budi Santosa.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberi pesan kepada Budi Santosa untuk menjalanlan tugas secara baik, akuntabel, dan sesuai aturan.
Harda secara tegas meminta agar Diskominfo Kabupaten Sleman di tangan Budi Santosa benar-benar menjalankan program sesuai kebutuhan masyarakat dan tujuan pembangunan. "Jangan ada lagi masalah. Saya akan selalu monitor kinerja Diskominfo Kabupaten Sleman," tandas Bupati Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.