Waspada Hantavirus di Bantul dari Tikus Rumah Bisa Picu Infeksi Serius
Dinkes Bantul ingatkan bahaya hantavirus dari tikus, warga diminta waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
Lokasi gelaran Festival Layang-Layang atau Jogja International Kite Festival di Pantai Parangkusumo menyisakan sampah yang membludak hingga delapan ton selama dua hari. Harian JOgja-Kiki Luqman.
Harianjogja.com, BANTUL—Gelaran Festival Layang-Layang Jogja International Kite Festival 2025 (JIKF) di Pantai Parangkusumo, Bantul pada 26-27 Juli 2025 menyisakan sampah hingga delapan ton selama dua hari pelaksanaan. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan volume sampah pada libur akhir pekan biasa.
Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Pantai Parangtritis, Suranto, menjelaskan lonjakan pengunjung yang datang ke kawasan Parangkusumo selama acara berlangsung berimbas pada timbunan sampah sebanyak 4 ton dalam satu hari.
Sebagian besar sampah berasal dari wisatawan, terutama anak-anak yang datang bersama keluarga untuk menyaksikan layang-layang menghiasi langit Parangkusumo.
BACA JUGA: Leptospirosis di Bantul Capai 179 Kasus, Warga Diminta Waspada
"Pada libur akhir seperti biasanya dalam satu hari di Pantai Parangkusumo kita membersihkan sekitar 400 kilogram sampah namun saat festival layang-layang kemarin dalam satu hari 4.000 kilogram atau empat ton sampah," ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Sebagian besar merupakan sampah bekas makanan dan minuman. Pasalnya selama event berlangsung banyak pedagang dari luar yang ikut mengais rezeki dengan berjualan makanan dan minuman di sekitar Pantai Parangkusumo.
Guna mengatasi penumpukan sampah yang menembus empat ton per hari, pihaknya menurunkan 21 petugas kebersihan pantai. Selain itu, pemilik warung di sekitar lokasi juga ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih.
"Ya kami dibantu oleh warga dan pemilik warung makan di kawasan Pantai sehingga meringankan beban kerja kita," katanya.
BACA JUGA: Idem ke Cak Imin, Bahlil Sebut Golkar Akan Kaji Pilkada Lewat DPRD
Suranto menambahkan, kondisi Pantai Parangkusumo kini sudah kembali bersih. Sejak pagi hari, para petugas terus menyisir area pantai untuk memastikan tidak ada sampah yang tersisa meski sempat terhambat hujan.
"Sekarang kondisi pantai sudah bersih meski tadi pagi ada kendala membersihkan sampah akibat sempat turun hujan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul ingatkan bahaya hantavirus dari tikus, warga diminta waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.