Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelayanan cek kesehatan gratis di Gunungkidul diperluas jangkauannya. Pasalanya, sejak awal Agustus, layanan tidak hanya diberikan ke wawrga yang berulangtahun, tapi juga menyasar kalangan pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, layanan pemeriksaan gratis untuk pelajar masih dalam persiapan. Meski demikian, ia memastikan program akan dilaksanakan mulai di awal Agustus 2025 ini. “Masih dipersiapkan. Salah satunya mendata kelompok sasaran pelajar yang mendapatkan pelayanan ini,” kata Ismono, Minggu (3/8/2025).
Sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan, sasaran pelajar yang mendapatkan pelayanan sebanyak 20% dari jumlah pelajar di Bumi Handayani. Adapun rentang usia pelayanan diberikan kepada anak sekolah berumum 7-17 tahun.
BACA JUGA: Bencana Kekeringan, 160 Ribu Liter Air Disalurkan ke Trimurti Srandakan
“Biar berjalan lancar, makanya ada koordinasi dengan pihak sekolah maupun puskesmas,” ungkapnya.
Pemeriksaan bagi kalangan pelajar terdiri dari kesehatan fisik dan mental. Pemeriksaan fisik meliputi pengukuran berat dan tinggi badan; pemeriksaan tekanan darah; kadar gula hingga skrining penyakit seperti TBC.
Sedangkan untuk kesehatan mental, menyangkut masalah konseling kejiwaan. “Pemeriksaannya akan disesuaikan dengan jenjang usia. Yang jelas, pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak juga terus diawasi,” katanya.
Terkait pelayanan cek kesehatan gratis secara umum, Ismono mengakui hingga 25 Juli 2025 telah mencapai 25% atau sebanyak 19.235 orang yang mengakses pelayanan ini. “Paling tinggi Bantul dengan jumlah 21.908 jiwa yang mengakses pelayanan kesehatan gratis, kemudian Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mendukung penuh program pemeriksaan kesehatan gratis di kalangan pelajar. Program ini juga menjadi bagian untuk menuju Indonesia Emas di 2045 sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang.
BACA JUGA: Hasil Pramusim 2025/2026, Persis vs Bali United: Skor 1-2
“Tentunya kami siap mendukung dan untuk kelancaran pemeriksaan harus ada koordinasi yang intens. Makanya, kami minta sekolah untuk terlibat aktif dalam menyiapkan program ini,” ujarnya.
Nunuk berharap dengan skrening kesehatan gratis ini bisa menjadi indikator atau alat deteksi terkait dengan pemeriksaan kesehatan kepada anak sejak dini. “Jadi kalau ada gejala penyakit langsung bisa ditangani sehingga dapat disembuhkan sejak awal deteksi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Penelitian menunjukkan perasaan dipahami oleh pasangan tidak hanya meningkatkan kebahagiaan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan umur panjang
Singapura kembali jadi paspor terkuat dengan akses 192 negara. Indonesia di peringkat 68 dengan 70 destinasi.
Lamine Yamal dan Haaland memimpin daftar pemain termahal Rp4,5 triliun. Mbappe, Olise, Bellingham di belakang. Simak 10 besar versi Transfermarkt.
Hamenang mengajak anak untuk berani bermimpi dan bersungguh-sungguh menggapainya.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra membawa desain baru yang dinilai memvalidasi konsep iPhone Fold. Apakah Samsung justru membuka jalan bagi Apple?