Lima Pelestari Seni dan Budaya Kulon Progo Terima Penghargaan
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
Yunianto saat menunjukkan kusen pintu rumahnya yang retak akibat didobrak oleh dua orang dari pengelola tambang ilegal di kali Progo/ Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL-Pengamat kegiatan penambangan di Kali Progo, Yunianto, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh dua pengelola tambang ilegal.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 30 Juli 2025 sekitar pukul 14.15 WIB di kediaman Yunianto. Ia menyebut bahwa penganiayaan tersebut berkaitan dengan aktivitas pelaporan tambang pasir ilegal di Kali Progo, Bantul.
“Rumah saya dibobol. Begitu mendengar suara motor di depan rumah, saya belum sempat membuka pintu, mereka sudah masuk dan menyerang,” ungkap Yunianto saat ditemui Harianjogja.com di rumahnya wilayah Sedayu.
BACA JUGA: Tambang Ilegal Masih Menjamur di Kulonprogo
Ia menyebut dua orang pelaku, yakni U dan J menyerangnya secara fisik. Salah satu pelaku bahkan menuduhnya telah melaporkan lokasi tambang ilegal mereka ke ESDM, yang berujung pada keluarnya surat peringatan dari pemerintah.
“Saya dituduh melapor ke ESDM. Saya bilang, Masya Allah, jangan main tuduh. Mana buktinya saya melapor?” tegas Yunianto.
Yunianto menjelaskan, akibat penganiayaan tersebut ia mengalami luka-luka setelah dipukul dan diinjak-injak di bagian kepala serta leher. Ponselnya juga dirusak oleh pelaku.
Setelah itu, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Sehat untuk visum, lalu membuat laporan ke Polsek Sedayu.
Meski telah menempuh jalur hukum, kasus ini kemudian diselesaikan secara damai dan Yunianto hanya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp1 juta.
“Saya sudah cabut laporan, tapi saya harap ini jadi pelajaran bagi semua pihak, terutama pelaku tambang ilegal,” ujar Yunianto.
Ia juga mendorong Dinas terkait, terutama pemerintah provinsi, agar mempermudah proses perizinan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan menghindari diskriminasi dalam pemberian alat atau bantuan kepada pelaku usaha tambang yang legal.
“Kalau sudah menambang secara ilegal, harus siap dengan segala risikonya. Jangan menyalahkan orang lain,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
Sepuluh negara memiliki aturan penyadapan komunikasi yang mengatur kewenangan, prosedur, pengawasan, dan larangan penyadapan ilegal.
BPS DIY memproyeksikan produksi beras 2026 mencapai 329.020 ton, naik 5,79% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasus penyadapan Listyo Sigit Cs disorot pengamat. Bambang Rukminto mendesak polisi mengusut pihak yang memerintahkan penyadapan.
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Gerindra mendesak Polri mengungkap otak, pemberi perintah, dan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo.