Empat Kasus SPA++ di Sleman Berujung Vonis dalam Enam Bulan
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman mulai beroperasi pada Senin (11/8/2025). Pengoperasian perdana di TPST tersebut saat ini masih trial and error.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan operasional masih belum optimal lantaran kekurangan tenaga kerja. Dari tiga modul pengolah sampah, baru dua yang bisa beroperasi.
TPST Donkerto berkapasitas pengolahan 60 ton per hari. Mengingat baru dua modul yang beroperasi, pengolahannya belum bisa mencapai kapasitas itu. Keberadaan TPST ini akan membantu mengurangi timbulan sampah di Sleman yang dapat menyentuh 601,6 ton per hari atau 18.048 ton per bulan.
BACA JUGA: Wirobrajan Gencarkan Mas Jos untuk Atasi Sampah
Pendirian TPST menjadi salah satu upaya Pemkab Sleman untuk menyelesaikan persoalan sampah di Bumi Sembada. Oleh sebab itu, Pemkab juga berencana mengadakan insinerator dengan menggandeng pihak ketiga.
“Tetapi kami masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat juga terkait rencana pendirian tempat pengolah sampah menjadi energi listrik. Rencananya di TPA Piyungan dengan kapasitas 1.000 ton per hari. Kalau jadi, Sleman tinggal setor sampah saja ke sana,” kata Sugeng dihubungi, Senin (11/8/2025).
Pemkab Sleman juga sempat mendapat kuota pembuangan sampah residu ke TPA Piyungan. Sejak awal tahun hingga Juli 2025, Sleman telah mengirim sekitar 595 ton. Sampah-sampah ini berasal dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Sedangkan, sampah yang masuk ke TPST diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Jumlah TPS3R di seluruh wilayah Kabupaten Sleman ada 42 titik dan bank sampah ada 301 titik per 2023. Lantaran belum ada tambahan tempat pengolahan sampah, DLH akan mengoptimalkan aset yang ada baik TPST dan TPS3R.
“Menjelang akhir tahun nanti timbulan sampah meningkat, tapi ini kan biasa, normal. Kami akan maksimalkan aset pengolahan kita. Pembinaan dan sosialisasi pengurangan sampah dari sumbernya juga kami lakukan,” katanya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi, menambahkan pengelolaan sampah di Sleman terus dikembangkan agar lebih efektif – efisien. Salah satu aplikasi yang saat ini dijalankan adalah Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOS-ESTU).
BACA JUGA: 8 Anggota Gengster Semarang Ditangkap Seusai Tewaskan 1 Orang
Aplikasi itu akan memudahkan pencatatan sampah masuk baik di TPS3R maupun bank sampah, termasuk sampah yang telah dikelola akan tercatat. Pengelola tidak perlu setor data secara manual. Pencatatan real time akan mengakselerasi pengelolaan sampah di Bumi Sembada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Megawati Hangestri langsung membawa dampak besar di Hyundai Hillstate. Kanal YouTube klub Korea Selatan itu menembus 100 ribu subscriber jelang debut sang binta
Kasus dugaan keracunan MBG di Kulonprogo meluas hingga 105 korban. Dinkes menemukan dugaan pelanggaran pengolahan makanan, sementara ibu hamil dan ibu menyusui
Prospek bisnis lapangan padel di Indonesia: modal Rp1 miliar, target pasar luas, dan strategi sukses. Simak peluang, tantangan, dan tips memulai usaha padel!
Polisi memburu pelaku pencurian tabung gas LPG 3 kg yang viral dikejar warga di Dlingo, Bantul. Pelaku disebut sudah beberapa kali beraksi dan masih dalam penye
Google menghadirkan fitur Private Space di Android 15 untuk menyembunyikan aplikasi sensitif dan melindunginya dengan PIN atau sandi khusus. Simak cara kerjanya