Advertisement

Warga Dilatih Kembangkan Peternakan Ayam Aka Raja

Newswire
Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:02 WIB
Sunartono
Warga Dilatih Kembangkan Peternakan Ayam Aka Raja Pelatihan pembuatan paka. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ayam Aka Raja mungkin bisa menjadi tren di kalangan peternak. Jenis ayam kampung unggulan ini dikenal dengan ayam kampung jumbo, pasalnya mempunyai pertumbuhan lebih cepat dan ukuran badannnya mencapai 1,5 lebih berat dari ayam kampung lokal.

Jika dikembangkan untuk pedaging, maka ayam Aka Raja akan lebih menguntungkan bagi peternak. Oleh karena itu sejumlah dosen Agroindustri UMBY berinisiatif memberikan pendampingan terhadap para peternak Koperasi Cindelaras Tumangkar dan Kelompok Ternak Pitik Jowo, Moyudan, Sleman.

Advertisement

Adapun sejumlah dosen tersebut antara lain Sri Hartati Candra Dewi, Lukman Amin, Suwarta dan Profesor Chatarina Lilis Suryani dari prodi Teknologi Hasil Pertanian. "Para peternak dilatih berkaitan dengan pakan difokuskan pada peningkatan keterampilan menyediakan pakan sumber energi dan protein. Pakan sumber energi yang potensial di pedesaan di antaranya adalah bekatul, ketela pohon, sedang sumber protein dapat digunakan azzola dan maggot," kata Sri Hartati, Rabu (27/8/2025).

BACA JUGA: Jathilan Lacur hingga Ayam Goreng Kalasan Ditetapkan sebagai WBTb

Lukman Amin menekankan agar peternak menghindari adanya kawin sekerabat dan melakukan seleksi dengan memilih induk yang berkualitas bagus. "Sifat yang dapat menurun dari induk ayam ke keturunannya di antaranya induk ayam yang produksi telurnya tinggi, sifat mengeram yang baik dan warna bulu hitam atau putih," ujarnya.

Pengembangan Ayam Kampung melalui seleksi dan persilangan dengan Ayam Aka Raja untuk meningkatkan bobot ayam kampung yang ukurannya relatif kecil sehingga diharapkan meningkatkan nilai jualnya dan dapat memperpendek umur jual. Hal itu diharapkan bisa berdampak pada konsumsi pakan yang lebih sedikit.

Mereka telah melakukan stud banding terkait pengelolaan Ayam Aka Raja di Peternakan milik Iriyanto, di wilayah Balak, Cawas, Klaten. Ayam Aka Raja memiliki ukuran berat badan jauh lebih besar dibanding ayam kampung, misalnya ayam pejantan dapat mencapai 4 kg sedangkan betina 3,5 kg.

“Pertumbuhan Ayam Aka Raja lebih cepat dan kemampuan produksi telur Ayam Aka Raja relatif baik dibanding Ayam Kampung, hal ini karena adanya seleksi dan persilangan, sehingga diperoleh ayam yang lebih unggul,” kata Suwarta.

BACA JUGA: Tak Hanya Serang Lahan Pertanian, Monyet di Gunungkidul Curi Telur Ayam

Niken Astuti menambahkan sumber protein hewan untuk Ayam Aka Raja bisa melalui maggot. Budidaya maggot bisa menggunakan teknologi ember tumpuk dengan bahan sisa buah-buahan dan limbah dapur. Adapun caranya ember bagian atas untuk mengembangkan maggot dan ember bawah untuk menampung cairan yang berfungsi sebagai pupuk organik cair.

"Pada ember bagian atas, sisi atas dan alasnya dilubangi dan diisi dengan sisa buah-buahan atau sayuran sehingga akan dapat mengundang lalat hitam penghasil maggot. Setelah jangka 10-15 hari, telur lalat hitam akan menetas dan setelah satu bulan sudah dapat dihasilkan maggot untuk pakan ayam kampung," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Datangi Rumah Orang Tua Affan, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa

Datangi Rumah Orang Tua Affan, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa

News
| Sabtu, 30 Agustus 2025, 00:27 WIB

Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Wisata
| Rabu, 20 Agustus 2025, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement