Sebelum Meninggal, Den Baguse Ngarsa Sempat Ngangkring Bersama Kakak
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Warga Warungboto, Umbulharjo, mengeluhkan sering terjadi banjir di beberapa titik. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memasang pintu air di sungai yang ada di dekat sana untuk mengantisipasi banjir.
Warga Warungboto, Sugeng Basuki menuturkan saluran air di wilayahnya dinilai tidak efektif untuk menyalurkan air. Hal tersebut menurutnya menyebabkan banjir terjadi saat hujan deras. Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dapat membenahi saluran air di sana agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Harapannya ada pembenahan yang mencangkup pengerukan, pelebaran, dan peninggian saluran air agar banjir bisa teratasi secara menyeluruh,” katanya, Minggu (7/9/2025).
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti menuturkan dalam waktu dekat pihaknya akan pemasangan pintu air di beberapa titik tersebut untuk mencegah banjir. Nantinya, pintu air tersebut akan ditutup ketika terjadi hujan deras untuk mengantisipasi luapan air, dan ketika sungai surut maka akan dibuka kembali.
BACA JUGA: Ditabrak Motor, Lansia Pejalan Kaki di Kulonprogo Meninggal Dunia
Dia menuturkan banjir di wilayah tersebut disebabkan karena aliran air dari saluran air yang meluap saat terjadi hujan deras. Saluran air yang ada di wilayah tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk pembenahan jangka panjang.
“Harapannya ini dapat mengurangi debit banjir, jadi kalau tidak hujan pintu bisa dibuka untuk irigasi,” katanya.
Kemudian, menurut Umi, Pemkot Jogja tengah membuat rencana pembenahan jangka panjang untuk saluran air di sana. Hal itu lantaran pembuatan sudetan di sana hingga saat ini dinilai belum efektif untuk menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah tersebut.
Sementara Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan selain pemasangan pintu air, sementara waktu pihaknya akan melakukan pembersihan pula sampah-sampah yang ada di saluran air tersebut dan melakukan pengerukan agar air yang mengalir dapat optimal.
“Kemudian nanti kita evaluasi apakah masih banjir atau tidak,” katanya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.