Advertisement
Ratusan RTLH Gunungkidul Selesai Diperbaiki di 2025
Rumah tak layak huni - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menargetkan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sebanyak 246 unit. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp4,9 miliar.
Hingga awal September ini, belum semua terbangun. Pasalnya, dari jumlah yang direncanakan baru terselesaikan sebanyak 200 unit RTLH.
Advertisement
Kepala Bidang Perumahan, DPUPRKP Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) untuk menyelesaikan masalah RTLH di Bumi Handayani. Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 16.000 rumah tidak layak untuk ditempati.
BACA JUGA: Pasutri di Kuta Bali Terseret Banjir Bersama Mobilnya, Satu Meninggal Dunia
“Di sisi lain, anggaran yang dimiliki masih terbatas. Jadi, program perbaikan RTLH dilakukan bertahap,” kata Nur Giyanto kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Dia mencontohkan, tahun ini hanya mengalokasikan anggaran Rp4,9 miliar untuk perbaikan RTLH. Dana tersebut dipergunakan perbaikan sebanyak 246 rumah milik warga kurang mampu di Bumi Handayani. “Masih proses karena belum semua selesai terbangun,” katanya.
Menurut Nur Giyanto, RTLH yang sudah selesai dibangun tahun ini sebanyak 200 unit. Adapun sisanya sebanyak 46 unit masih dalam proses pembangunan.
“Kalau dari prosentase baru terselesaikan 74,8%. Terus dilakukan monitoring dan pengawasan agar pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dan bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto menambahkan, bantuan perbaikan RTLH yang diberikan sebatas stimulant. Oleh karena itu, penerima bantuan wajib mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan secara penuh.
“Bantuan diberikan sebesar Rp20 juta. Untuk prioritas perbaikan ada dinding, lantai hingga atap,” katanya.
Pihaknya terus melakukan monitoring untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaksanaan program. “Sebelum diberikan bantuan juga ada proses verifikasi guna memastikan bisa tepat sasaran untuk perbaikan RTLH,” katanya.
BACA JUGA: Tujuh Nama Pekerja yang Terjebak Saat Tambang Freeport Longsor
Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menambahkan, pagu anggaran perbaikan RTLH yang dimiliki terbatas sehingga berdampak terhadap pelaksanaan program. Ia tidak menampik dari data sebanyak 21.758 RTLH yang berhasil diperbaiki baru sekitar 4.800 unit.
“Sisanya belum tersentuh bantuan perbaikan karena penanganan masih di bawah 50% dari yang terdata. Tapi, kami tetap berupaya melakukan perbaikan dengan mengalokasikan anggaran di setiap tahunnya,” kata Rakhmadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement







