Advertisement
Pemkot Jogja Targetkan Ada Offtaker Sampah di Tiap Kalurahan
Arsip-Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja hanya memiliki tiga offtaker sampah atau pihak yang menyerap hasil pengolahan sampah organik. Pemkot Jogja pun menargetkan ada penambahan offtaker hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq menuturkan offtaker sampah yang ada di Kota Jogja masih terbatas. Menurutnya, tiga offtaker sampah tersebut hanya mampu mengangkut sampah organik sisa rumah tangga hingga 1 ton dalam sekali pengangkutan.
Advertisement
“Kami menargetkan satu kelurahan ada satu offtaker. Harapannya ada 45 offtaker dari peternak, atau pengepul sampah organik hingga akhir tahun,” ujarnya, Minggu (21/9/20225).
Padahal, menurut Rajwan, sampah harian yang diproduksi Kota Jogja sebagian besar merupakan sampah organik. Dari volume sampah harian sekitar 260-300 ton per hari, sekitar 60% diantaranya merupakan sampah organik.
BACA JUGA: Hasil Man City Arsenal, Skor 1-1, The Gunners Selamat dari Kekalahan
Dia mengaku selama ini pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga di setiap wilayah telah dilakukan. Pemkot Jogja pun mendorong pengolahan sampah organik dengan berbagai program antara lain membagikan ribuan ember untuk mengolah sampah organik pada beberapa waktu terakhir, dan membagikan lubang biopori di setiap rumah warga.
Meski begitu, Menurut Rajwan, masyarakat memerlukan pihak lain atau offtaker yang dapat menampung hasil pengolahan sampah tersebut. Sehingga siklus pengolahan sampah di Kota Jogja dapat berjalan optimal.
“Nanti kita akan membuat kesepakatan [offtaker] mampu mengangkut berapa kali di setiap wilayah,” katanya.
Dia menambahkan, ke depan dia berharap offtaker dapat mengangkut sampah organik yang telah diolah masyarakat di depo atau di titik-titik lain yang telah disepakati antara offtaker dan pengelola sampah. Hal itu menurutnya akan memudahkan pengangkutan hasil pengolahan sampah organik tersebut.
Semetnara sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan Pemkot Jogja telah membagikan 5.000 ember ke 45 kelurahan di Kota Jogja. Ember-ember tersebut akan digunakan untuk menampung sampah organik sisa sampah rumah tangga di setiap wilayah.
“Upaya ini bukan sekadar membagi ember, tapi membangun sistem gotong royong dan kebiasaan baru mengatasi sampah,” katanya.
Selai itu, menurutnya, Pemkot Jogja juga telah memiliki 90 orang Juru Pengawas Pemilah Sampah (Jumilah) di seluruh kelurahan dan 650 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan LInmas yang ada di setiap wilayah untuk mengawasi proses pemilahan dan pengolahan sampah berbasis rumah tangga di setiap wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
SAR Fokus Cari 9 Korban Jatuhnya ATR 42-500 di Bulusaraung
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
- Cuaca DIY Minggu 18 Januari 2026: Jogja Hujan Lebat, Sleman Petir
Advertisement
Advertisement



