WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan sejumlah pejabat terkait membuka Seminar JIBB di Royal Ambarukmo Hotel, Kamis (2/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendorong para perajin batik untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan digitalisasi. Langkah ini diperlukan agar batik tetap relevan dan bisa diterima di kalangan generasi muda.
“Kita perlu berani melompat dengan inovasi. Dalam produksi, langkah-langkah transformatif harus digerakkan seperti menciptakan produk baru dan melakukan diversifikasi motif, agar batik tidak stagnan dan menjelma menjadi karya kontemporer yang menembus Gen Z,” ujarnya dalam pembukaan Seminar Jogja International Batik Biennale (JIBB) di Royal Ambarukmo Hotel, Kamis (2/10/2025).
Untuk itu, pihaknya mendukung penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan, membangun aliansi strategis dengan pemasok bahan baku, mengadopsi teknologi modern tanpa kehilangan aura seni batik, serta menghadirkan pelatihan untuk melahirkan generasi baru perajin yang adaptif sekaligus kreatif.
“Dalam pemasaran, kita harus agresif mengekspansi ekosistem digital. Marketplace dan e-commerce adalah landasan baru bagi batik kita. Komunikasi dengan konsumen harus dipersonalisasi, sehingga setiap pembelian batik terasa seperti sebuah gerakan budaya,” katanya.
Dalam konteks batik, menurutnya digitalisasi masih relatif kecil. Selain untuk pemasaran, digitalisasi juga bisa dimanfaatkan untuk mendesain batik. “IT untuk desain akan lebih mudah, sehingga desain tidak stagnan dan perkembangannya dimungkinkan,” ungkapnya.
Ia juga berharap fashion batik tidak sekadar peragaan busana memamerkan produk pakaian saja. “Tapi bagaimana dari fashion itu agar seperti orang membangun rumah. Tumbuh kreativitas dan industri macam-macam, bisa sepatu, aksesori, dan sebagainya,” paparnya.
Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAA Adipati Paku Alam X, menuturkan seminar JIBB kali ini mengusung tema Batik In Motion: Bridging Tradition and Modernity. Melalui tema tersebut, diharapkan kegiatan ini mampu menghubungkan tradisi dan modernitas.
“Dalam hal ini pentingnya menghubungkan nilai-nilai tradisi batik dengan kebutuhan dan gaya hidup modern. Batik tidak hanya menjadi simbol budaya masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang modern,” katanya.
Menurutnya, keseimbangan antara warisan budaya dan inovasi perlu dijaga dengan menekankan pentingnya melestarikan batik sambil memasukkan elemen modern dan kreatif. Dengan demikian, batik dapat tetap relevan dan menarik bagi masyarakat luas.
Adapun rangkaian JIBB 2025 meliputi JIBB Goes to School & Campus di lima SMA/SMK dan lima kampus pada 16-26 September 2025. Puncaknya adalah Seminar Internasional Batik sebagai main event yang menghadirkan pembicara ahli batik dan disertai fashion show.
Kemudian, Gebyar Expo JIBB menampilkan karya 20 pelaku industri kecil menengah (IKM) batik. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Griya Batik pada 3-5 Oktober 2025. JIBB ditutup dengan kegiatan Sepeda dengan Batik (Sebatik) pada 4 Oktober 2025 dengan rute sekitar 15 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.