PBB Bantul Tembus Rp34,8 Miliar, Insentif Kalurahan Disiapkan
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
RSUD Panembahan Senopati./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul memberikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan lembar hasil pemeriksaan laboratorium digunakan sebagai bungkus sate. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa dokumen yang tampak dalam video tersebut bukan hasil laboratorium asli, melainkan salinan atau fotokopi.
Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Mujiyanto, menjelaskan bahwa hasil laboratorium asli dari rumah sakit tersebut memiliki ciri khusus, yakni menggunakan kertas berwarna hijau muda bergaris, bukan kertas polos seperti yang terlihat dalam video viral tersebut.
“Kertas yang terlihat dalam video itu bukan dokumen asli, melainkan fotokopi. Hasil laboratorium asli RSUD Panembahan Senopati dicetak di atas kertas hijau muda bergaris yang memiliki tanda khusus,” jelas Mujiyanto, Jumat (10/10).
Ia menambahkan bahwa setiap dokumen rekam medis maupun hasil pemeriksaan laboratorium yang bersifat asli dikelola dan dimusnahkan sesuai peraturan perundang-undangan, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan serta keamanan data pasien.
“Semua dokumen medis dikelola secara ketat dan dimusnahkan sesuai aturan. Kami sangat menjaga keamanan dan kerahasiaan data pasien,” ujarnya.
Mujiyanto juga menjelaskan bahwa pasien memiliki hak untuk memperoleh salinan hasil pemeriksaan laboratorium miliknya. Oleh karena itu, keberadaan fotokopi hasil pemeriksaan di luar pengelolaan rumah sakit masih dimungkinkan. Namun, apabila salinan tersebut sudah tidak digunakan, maka pengelolaan dokumen menjadi tanggung jawab pribadi pasien.
“Kalau pasien meminta salinan hasil pemeriksaannya, itu memang hak mereka. Tapi setelah salinan itu berada di luar rumah sakit, pengelolaannya menjadi tanggung jawab pasien,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman. Mujiyanto menegaskan, RSUD Panembahan Senopati Bantul tetap berkomitmen menjaga mutu pelayanan kesehatan serta keamanan data pasien sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi ini dengan bijak dan proporsional, serta tidak menyebarluaskan hal-hal yang belum pasti kebenarannya,” pungkasnya.
Sebelumnya media sosial @merapi_uncover mengunggah video yang memperlihatkan bungkus sate tertulis hasil lab RSUD panembahan Senopati Bantul. Namun belakangan unggahan tersebut telah dihapus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.