DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Joko Parwoto kompak menggunakan topeng kayu Bobung dalam acara Gunungkidul Night Carnival. Rabu (8/10/2025)./ Ist-Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan atensi khusus terhadap keberadaan kerajinan topeng kayu di Padukuhan Bobung, Putat, Patuk. Sebagai upaya mengangkat kerajinan ikonik, makai ia berjanji akan menyelenggarakan festival topeng yang digelar setiap tahun.
“Topeng Bobung memiliki makna dan sejarah yang panjang. Oleh karenanya, perlu dilestarikan keberadaannya,” kata Mbak Endah, Jumat (10/10/2025).
Ia berkomitmen untuk melestarikannya. Upaya pelestarian sudah terlihat pada saat penyelenggaraan Gunungkidul Night Carnival yang terselenggara Rabu (8/10/2025) malam.
Bupati bersama jajarannya kompak menggunakan topeng kayu ini karena sebagai ikon dalam parade tahun ini. “Warga mungkin bertanya, kenapa memakai topeng? Kabupaten Gunungkidul memiliki wilayah yang sangat bersejarah, yakni Patuk-Bobung, sentra kerajinan topeng tradisional,” katanya.
Menurut dia, sebelum warisan budaya ini diklaim daerah lain, dikarenakan banyak pengrajin menerima pesanan dari luar daerah, maka ada inisiatif menjadikan Topeng Bobung sebagai ikon budaya Gunungkidul. “Ke depan, kita akan gelar Festival Topeng setiap tahun sebagai pembeda dengan daerah lain. Langkah ini juga sebagai atensi atas eksistensi kerajinan topeng di Kapanewon Patuk,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul
Menurutnya, masyarakat Gunungkidul yang kreatif, tangguh, dan penuh optimisme. Melestarikan budaya sebagai upaya menjaga nilai-nilai luhur dan kepribadian Nusantara di tengah arus globalisasi.
“Kita terus berupaya mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kesenian serta budaya daerah sehingga warisan yang ada tetap hidup dan bisa dinikmati generasi selanjutnya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara. Menurut dia, kerajinan Topeng Bobung merupakan salah satu ciri khas di Bumi Handayani yang harus dilestarikan.
Hal ini sejalan dengan program besar dari Dinas Kebudayaan untuk menjadikan Kabupaten Gunungkidul menuju industry kebudayaan. Adapun tujuannya didalam pelestarian terdapat perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.
“Sekarang sudah ada tahap pemanfaatan sehingga semua potensi kebudayaan bisa saling terkait. Harapannya bisa menjadi sumber pendapatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, termasuk potensi dari kerajinan topeng kayu di Bobung, Patuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.