Hadapi Musim Hujan, Pemkot Jogja Diminta Petakan Sungai Rawan Banjir
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengklaim Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) milik Pemkot mampu mengelola hingga 200 ton sampah per hari. Sementara itu, sisa sampah harian yang belum tertangani masih dikirim ke TPST Piyungan dan sebagian dikelola warga di wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, menuturkan volume sampah harian di Kota Jogja masih mencapai sekitar 260 ton per hari. Meski begitu, kapasitas pengolahan TPS3R belum dapat menampung seluruhnya.
“Saat ini kapasitas pengolahan di hilir [melalui TPS3R] telah mencapai 200 ton per hari,” katanya, Senin (13/10/2025).
Rajwan menyebut kondisi depo sampah kini mulai membaik. Jika sebelumnya seluruh 14 depo sampah di Kota Jogja dipenuhi tumpukan, kini hanya tersisa tiga titik yang masih menyimpan sampah.
“Kondisi depo yang dulu sangat memprihatinkan kini sudah 80 persen kosong. Kami targetkan dalam satu minggu ke depan seluruh depo bisa benar-benar bersih,” tegasnya.
Menurut dia, sisa sekitar 60 ton sampah per hari saat ini sebagian diangkut ke TPST Piyungan, dan sebagian lainnya dikelola masyarakat melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Pemkot Jogja juga mengolah sampah sapuan jalan dan sisa tanaman kering sebanyak 20 ton per hari melalui Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO). Sampah tersebut diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah anorganik tetap disalurkan ke bank-bank sampah di tingkat masyarakat.
Rajwan menegaskan, langkah tersebut bertujuan menstabilkan sistem pengelolaan sampah di Kota Jogja dengan memaksimalkan unit yang ada serta memperkuat pemilahan dari sumber.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan sejumlah depo sampah yang sebelumnya penuh kini berangsur kosong berkat peningkatan kapasitas pengolahan dan efektivitas sistem pengurangan sampah di hulu.
“Kami terus berupaya menyeimbangkan antara sampah yang masuk dan keluar dari depo,” katanya.
Hasto menambahkan, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota pembuangan sampah ke TPST Piyungan kepada DLHK DIY. Ia berharap kuota pembuangan yang masih tersisa sekitar 3.000 ton dapat segera ditingkatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Prakiraan Cuaca Jogja Kamis 17 September 2026, Suhu Capai 33 Derajat
Atletico Madrid menghajar Osasuna 4-0 dalam lanjutan Liga Spanyol. Jonathan David, Lee Kang-in, Le Normand, dan Alex Baena mencetak gol.
100 difabel dari lima kabupaten/kota di DIY belajar membatik dengan pendampingan sebulan untuk membuka peluang berkarya dan mandiri.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 17 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jadwal dari kedua arah.