Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan pengurus PD. Aneka Darma saat mengunjungi ITF Bawuran pada Selasa (21/10/2025)/ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai kinerja pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Kabupaten Bantul masih belum optimal. Menurutnya, kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tersebut tidak sesuai dengan perencanaan awal padahal sudah beroperasi kurang lebih enam bulan sejak Maret lalu.
“Saya kira prosesnya sudah bagus, hanya kapasitasnya tidak sesuai. Dulu kan targetnya 40 ton per hari, tapi faktanya tidak sampai segitu. Akhirnya hanya 25 ton,” ujar Sultan HB X saat meninjau pengolahan sampah di lokasi tersebut, Selasa (21/10/2025).
Sultan menyebut sejak TPA Piyungan ditutup, ITF Bawuran awalnya diproyeksikan menjadi salah satu bagian dari pengembangan teknologi pengolahan sampah di DIY. Namun, evaluasi menyeluruh tetap dibutuhkan agar pengelolaan sampah di tiap kabupaten dan kota bisa lebih efisien dan maksimal ke depannya.
“Kami akan bicarakan lebih lanjut dengan bupati dan wali kota dulu, mana yang paling efisien dalam menyelesaikan masalah sampah di DIY,” kata Sultan.
Tenaga Ahli PD Aneka Darma selaku pengelola ITF Bawuran, Imam Santoso mengakui kapasitas pengolahan saat ini memang masih di angka 25–30 ton per hari, jauh dari target 40 ton. Hal itu, kata dia dipengaruhi oleh pembatasan jumlah sif kerja dan karakter sampah yang dominan basah.
“Kami hanya menjalankan dua sif, tidak sampai tiga karena biaya operasional dan tenaga kerja cukup tinggi. Selain itu, 80 persen sampah yang kami terima dari kota dan Bantul itu basah, sehingga perlu perlakuan tambahan saat dibakar,” jelas Imam.
Pihaknya kini tengah melakukan peningkatan sistem dan teknologi, termasuk menambah efisiensi alat pencacah sampah dan menambahkan bahan kayu serta daun sebagai penopang pembakaran untuk menjaga kadar kalori dan kualitas abu hasil pembakaran.
“Kami juga terus membangun rekayasa proses agar volume bakar meningkat tanpa mengorbankan kualitas lingkungan,” tambahnya.
Imam menyebut, ke depan ITF Bawuran akan beradaptasi dengan proyek waste to energy yang sedang dikembangkan pemerintah. Dalam kontrak kerja sama 20 tahun dengan pihak ketiga, evaluasi dilakukan setiap lima tahun untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan proyek.
“Kami optimistis mulai Januari 2026 potensi volume sampah ke ITF Bawuran justru akan meningkat. Itu momentum kami untuk naik kapasitas,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.